Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, namun banyak di antaranya menghadapi tantangan dalam mempertahankan daya saing, terutama di era digital yang menuntut adaptasi teknologi, peningkatan keterampilan kewirausahaan, dan dukungan lingkungan sosial yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Teknologi Digital, Kemampuan Kewirausahaan, dan Lingkungan Sosial terhadap Keunggulan Kompetitif UMKM di sektor makanan dan minuman di wilayah Kota Baru Driyorejo, Kabupaten Gresik. Penelitian ini dimotivasi oleh stagnasi omset yang terjadi serta rendahnya adopsi teknologi digital, minimnya inovasi produk, dan lemahnya jaringan sosial di antara pelaku usaha di wilayah tersebut. Pendekatan kuantitatif dengan desain kausal asosiatif digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian adalah seluruh UMKM di sektor makanan dan minuman di wilayah tersebut. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, menghasilkan 61 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner elektronik berbasis Google Form dengan skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Teknologi Digital memengaruhi Keunggulan Kompetitif. Kemampuan Kewirausahaan juga memengaruhi Keunggulan Kompetitif. Demikian pula, Lingkungan Sosial terbukti memengaruhi Keunggulan Kompetitif, dengan kontribusi terbesar dibandingkan dengan dua variabel lainnya. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut bersama-sama terbukti memengaruhi Keunggulan Kompetitif. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan keunggulan kompetitif usaha mikro dan kecil di Kota Baru Driyorejo dapat dicapai melalui optimalisasi penggunaan teknologi digital, khususnya dengan meningkatkan intensitas penggunaannya; mengembangkan keterampilan kewirausahaan, khususnya keberanian mengambil risiko dan inovasi produk; dan memperkuat jaringan sosial dengan keluarga, masyarakat, dan sesama pengusaha. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku usaha, pemerintah daerah, dan peneliti masa depan dalam upaya meningkatkan daya saing usaha mikro dan kecil di era digital.