p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Maria Susila Sumartiningsih
Institut Tarumanagara

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas Cool Pack (Kompres Dingin) Terhadap Nyeri Saat Pemasangan Infus Pada Anak Di Rumah Sakit X Suhartilah; Roza Indra Yeni; Maria Susila Sumartiningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.747

Abstract

Abstract Pain during IV insertion is a common experience for children and can cause anxiety, fear, and procedural trauma. Non-pharmacological interventions, such as the use of cool packs, are an effective strategy for reducing pain in pediatric patients. The purpose of this EBN was to analyze the effectiveness of cool packs in reducing pain in children during IV insertion at Royal X Hospital. Methods: This EBN used an experimental design with a pretest-posttest approach and a control group. The sample consisted of four preschool children undergoing IV insertion, divided into an intervention group and a control group. Pain levels were measured using cool packs before and after the cool pack intervention. Data were analyzed descriptively and bivariately using a comparison of means test. Results: Before the intervention, the average pain score in the intervention group was 1.41 (SD 0.401), higher than the control group's 1.00 (SD 0.000), with p = 0.020 (<0.05), indicating a significant difference. After the intervention, the majority of children in the intervention group experienced mild pain (75%), while 25% experienced moderate pain. No children experienced severe pain. These results indicate that administering a cool pack effectively reduced pain levels in children during IV insertion, although baseline pain levels differed slightly between groups. Conclusion: The cool pack intervention proved effective as a non-pharmacological strategy to reduce pain during IV insertion in children, thereby improving the comfort and procedural experience of pediatric patients.
Pengaruh Terapi Bicara Sederhana Terhadap Kemampuan Komunikasi Pasien Stroke Afasia Rumah Sakit X Desy Anggrainingsih; Maria Susila Sumartiningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.748

Abstract

Stroke aphasia is a common language disorder in post-stroke patients and is characterized by difficulties in speaking, understanding, reading, and writing. Improving communication skills is an important focus in nursing practice to support the recovery of language function and quality of life of patients. This EBN aims to analyze nursing practices related to the effect of simple speech therapy on the communication skills of stroke aphasia patients at Hospital X. The EBN used a quasi-experimental design with a pretest–posttest control design. Respondents were divided into an intervention group that received simple speech therapy and a control group that received standard care. Communication skills were measured before and after the intervention using a verbal communication assessment scale. The results showed that the intervention group experienced a higher increase in communication skills (mean = 1.40; SD = 0.400) compared to the control group (mean = 1.03; SD = 0.106). An independent t-test showed a significant difference between the two groups (p-value = 0.004). These findings indicate that the implementation of simple speech therapy as part of nursing practice is effective in improving the communication skills of stroke aphasia patients. EBN emphasized the importance of integrating simple speech training-based interventions into rehabilitation programs to accelerate the recovery of patients' language function in health care facilities.
Efektivitas Swedish Massage untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi di Rumah Sakit X Nova Siburian; Rima Berlian Putri; Maria Susila Sumartiningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.773

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko komplikasi kardiovaskular, sehingga diperlukan intervensi komplementer yang aman dan mudah diterapkan untuk membantu mengontrol tekanan darah. Swedish Massage merupakan terapi non-farmakologis yang diketahui mampu meningkatkan relaksasi, memperlancar sirkulasi darah, serta menurunkan aktivitas sistem saraf simpatis. Tujuan dari penerapan intervensi ini adalah untuk mengidentifikasi efektivitas Swedish Massage terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest with control group, melibatkan kelompok intervensi yang diberikan Swedish Massage dan kelompok kontrol tanpa perlakuan. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah sesi intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji t-dependent dan t-independent. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p = 0,002). Kelompok intervensi mengalami penurunan tekanan darah yang lebih konsisten dengan nilai Mean 1,41 (SD 0,401), sedangkan kelompok kontrol hanya menunjukkan perubahan minimal dengan Mean 1,09 (SD 0,001). Temuan ini membuktikan bahwa Swedish Massage lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi dibandingkan tanpa intervensi. Dengan demikian, Swedish Massage dapat direkomendasikan sebagai salah satu terapi komplementer dalam praktik keperawatan gerontik untuk membantu pengelolaan hipertensi secara holistik.
Peningkatan Etos Kerja Perawat Pelaksana melalui Pelatihan Self-Leadership di Rumah Sakit X Rohina Wahyuning; Maria Susila Sumartiningsih; Rima Berlian Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.760

Abstract

Etos kerja perawat pelaksana dalam menjaga kualitas pelayanan keperawatan. Rendahnya motivasi, disiplin, dan komitmen dapat mempengaruhi kinerja profesional dan keselamatan pasien. Salah satu strategi yang dianggap efektif untuk meningkatkan etos kerja adalah pelatihan Self-leadership, yang bertujuan mengembangkan kemampuan kepemimpinan diri, pengendalian emosi, dan kesadaran profesional. Keberhasilan pelayanan keperawatan tidak hanya diukur dari keterampilan teknis, melainkan juga dari etos kerja yang dimiliki oleh perawat. Tujuan: EBN ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan Self-leadership terhadap tingkat etos kerja perawat pelaksana di Rumah Sakit X. Metode: desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test pada dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang mengikuti pelatihan dan kelompok kontrol yang tidak mengikuti pelatihan. Sampel terdiri dari perawat pelaksana yang dipilih secara purposive dan dibagi secara seimbang ke dalam kedua kelompok. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner etos kerja yang valid dan reliabel, dianalisis dengan perhitungan rata-rata (Mean), standar deviasi (SD), dan uji perbedaan signifikan antar kelompok. Hasil: menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi memperoleh Mean 1.03 (SD 0.004), sedangkan kelompok kontrol Mean 1.77 (SD 0.502) dengan P-Value = 0.000 (p < 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan Self-leadership secara nyata meningkatkan motivasi, tanggung jawab, kedisiplinan, dan komitmen perawat. Sebaliknya, kelompok kontrol tidak mengalami perubahan berarti. Kesimpulan: pelatihan Self-leadership efektif dalam meningkatkan etos kerja perawat pelaksana di Rumah Sakit X, karena mendukung pengembangan kepemimpinan diri, pengendalian emosi profesionalisme.