p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Salsabella Agis Suhana
Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Remaja Putri terhadap Pencegahan Stunting melalui Edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan di Pondok Pesantren Istiqomah Muhammadiyah Samarinda Giena Tiara Werdhianti; Ikhsan Ali; Abdul Haris; Almira Fahrinda; Annisa Raihanah Putri Dhanny; Salsabella Agis Suhana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.806

Abstract

Angka stunting di Indonesia pada tahun 2023 masih berada di angka 21,6%, sementara wilayah Kalimantan Timur dan Kota Samarinda mencatat prevalensi yang lebih tinggi, masing-masing sebesar 22,9% dan 24,4%. Mengingat dampak buruk malnutrisi yang dimulai sejak gestasi hingga anak berumur dua tahun, periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) krusial untuk diintervensi. Remaja putri memegang andil besar dalam memutus rantai stunting masa depan melalui pemahaman yang baik tentang gizi seimbang, anemia, kesehatan reproduksi, serta pemenuhan 1000 HPK. Penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi dampak pemberian edukasi 1000 HPK terhadap tingkat pemahaman remaja putri di Pondok Pesantren Istiqomah Muhammadiyah Samarinda dalam upaya preventif stunting. Menggunakan metode pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest, intervensi dilakukan lewat ceramah serta diskusi interaktif mengenai stunting dan gizi. Sesi edukasi ini diikuti oleh 68 remaja putri, di mana tingkat pengetahuan mereka diukur menggunakan instrumen kuesioner yang telah divalidasi ahli sebelum dan sesudah kegiatan. Data awal menunjukkan rerata skor pengetahuan sebesar 36,68 ± 5,83 (dominan kategori sedang) dan melonjak menjadi 43,68 ± 5,11 (dominan kategori tinggi) pasca-intervensi. Karena hasil uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan sebaran data tidak normal baik pada tahap pretest (p = 0,010) maupun posttest (p < 0,001), analisis dilanjutkan dengan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai p = 1,10 x 10-8 (p < 0,05), mengindikasikan adanya pergeseran skor pengetahuan yang bermakna. Dapat disimpulkan bahwa edukasi 1000 HPK terbukti sukses mendongkrak pengetahuan remaja putri mengenai pencegahan stunting. Implementasi edukasi di lingkungan institusi pendidikan keagamaan seperti pesantren layak dipertimbangkan sebagai langkah promotif-preventif yang strategis guna mempercepat reduksi kasus stunting nasional.
Persepsi Mahasiswa Kedokteran Sarjana terhadap Efektivitas Kinerja Dosen dalam Pembelajaran Laboratorium Keterampilan Klinis Nurita Aziza; Anton Komala; Rr Siti Rokhmah Projosasmito; Hajar Mar'atussholikah Supriyanto; Supriyanto Supriyanto; Salsabella Agis Suhana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1485

Abstract

Laboratorium keterampilan klinis menjadi sarana utama bagi mahasiswa kedokteran untuk berlatih dan membangun kesiapan dalam mencapai kompetensi yang ditetapkan. Karena keterampilan klinis sulit dikuasai secara mandiri, bimbingan dan pengawasan dosen menjadi unsur yang tidak dapat dilepaskan dari proses pembelajaran ini. Salah satu tanggung jawab utama dosen adalah menyampaikan umpan balik yang membangun serta mengarahkan mahasiswa untuk merefleksikan keterampilan yang baru dipelajari, karena umpan balik yang berkualitas terbukti mendorong motivasi sekaligus pencapaian kompetensi mahasiswa. Meski demikian, cara mahasiswa memandang umpan balik dari dosen pada pembelajaran keterampilan klinis ternyata bervariasi; sejumlah mahasiswa menilai umpan balik yang mereka peroleh belum memadai. Penelitian ini disusun untuk mengkaji bagaimana mahasiswa kedokteran program sarjana memandang efektivitas kinerja dosen pada pembelajaran keterampilan klinis, dengan rancangan deskriptif kuantitatif melalui survei berbentuk kuesioner yang dianalisis secara univariat. Sebanyak 48 mahasiswa kedokteran angkatan 2024 menjadi subjek penelitian, dinilai menggunakan kuesioner tervalidasi yang mengukur kinerja didaktik dosen laboratorium keterampilan klinis pada tiga dimensi, yaitu keterampilan didaktik, keterampilan interpersonal-komunikasi, dan kondisi/strategi pembelajaran keterampilan. Temuan menunjukkan kinerja didaktik dosen berada pada kategori baik (rata-rata 4,4), sementara pemberian umpan balik konstruktif memperoleh nilai lebih rendah (rata-rata 3,5). Aspek keterampilan interpersonal-komunikasi serta kondisi/strategi pembelajaran sama-sama tercatat baik dengan rata-rata 4,6. Secara umum, dosen terbukti berkinerja baik dan efektif, tetapi seluruh instruktur tetap membutuhkan pelatihan agar umpan balik yang diberikan lebih spesifik, terstruktur, dan disampaikan dengan alokasi waktu yang memadai.