Asi Sahara (STAI Nurul Falah Air Molek)
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Falah Air Molek

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Strategis Peran Bank Syariah Dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan Masyarakat Pedesaan di Air Molek Asi Sahara (STAI Nurul Falah Air Molek); Viras Alti Pidola (STAI Nurul Falah Air Molek)
Mu'amalatuna: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 9, No 01 (2026): Mu'amalatuna: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/muamalatuna.v9i01.5141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara strategis peran bank syariah dalam meningkatkan inklusi keuangan masyarakat pedesaan di Air Molek. Rendahnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal masih menjadi permasalahan utama yang dipengaruhi oleh keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi keuangan dan digital, serta hambatan geografis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis berbagai jurnal ilmiah, buku, dan laporan resmi yang berkaitan dengan perbankan syariah dan inklusi keuangan pedesaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bank syariah memiliki peran strategis dalam memperluas akses layanan keuangan melalui penyediaan pembiayaan mikro syariah, penerapan branchless banking, pemanfaatan layanan keuangan digital, serta program edukasi literasi keuangan berbasis masyarakat. Prinsip syariah yang menekankan keadilan, transparansi, dan larangan riba turut meningkatkan tingkat penerimaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah. Selain itu, kolaborasi dengan lembaga lokal seperti koperasi desa, pelaku UMKM, dan komunitas keagamaan mampu memperkuat jangkauan layanan keuangan syariah di wilayah pedesaan. Namun, implementasi inklusi keuangan syariah masih menghadapi berbagai kendala, antara lain rendahnya literasi digital, keterbatasan jaringan internet, dan minimnya kepercayaan sebagian masyarakat terhadap lembaga keuangan formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bank syariah memiliki potensi besar dalam mendukung digital financial inclusion masyarakat pedesaan apabila didukung oleh transformasi digital yang berkelanjutan, peningkatan edukasi keuangan, dan penguatan kemitraan strategis dengan pemangku kepentingan lokal.
Peran Pembiayaan Syariah terhadap Keberlanjutan UMKM di Indonesia: Studi Literatur Asi Sahara (STAI Nurul Falah Air Molek); Muhammad Apis Daulay (STAI Nurul Falah Air Molek)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 03 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/sjes.v2i03.5360

Abstract

Pembiayaan syariah merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung keberlanjutan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia melalui penyediaan akses permodalan yang sesuai dengan prinsip syariah. Meskipun berbagai penelitian telah membahas pengaruh pembiayaan syariah terhadap perkembangan UMKM, kajian yang secara khusus mengintegrasikan kontribusinya terhadap keberlanjutan UMKM masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembiayaan syariah terhadap keberlanjutan UMKM di Indonesia melalui pendekatan studi pustaka. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dari berbagai sumber literatur yang relevan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan syariah berkontribusi positif terhadap keberlanjutan UMKM melalui peningkatan modal usaha, kapasitas produksi, akses pasar, dan pendapatan pelaku usaha. Selain itu, prinsip keadilan, transparansi, dan kemitraan dalam pembiayaan syariah mendukung terciptanya hubungan yang berkelanjutan antara lembaga keuangan dan pelaku UMKM. Namun, optimalisasi peran pembiayaan syariah masih menghadapi kendala berupa rendahnya literasi keuangan syariah, keterbatasan akses pembiayaan, dan kurang optimalnya pendampingan usaha. Oleh karena itu, diperlukan penguatan edukasi keuangan syariah, inovasi produk pembiayaan, dan kolaborasi berbagai pihak untuk mendukung keberlanjutan UMKM.