Perkembangan penggunaan media sosial, khususnya Instagram, di kalangan mahasiswa telah meningkatkan risiko terjadinya berbagai ancaman keamanan siber, salah satunya phishing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keamanan akun Instagram mahasiswa terhadap ancaman phishing dengan meninjau aspek pengetahuan phishing, kemampuan mengenali tautan mencurigakan, kesadaran keamanan digital, penggunaan kata sandi yang kuat, autentikasi dua faktor (2FA), dan perlindungan data pribadi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner berbasis skala Likert yang disebarkan kepada mahasiswa pengguna Instagram. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk mengukur tingkat keamanan akun dan tingkat kerentanan terhadap phishing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk ancaman phishing yang paling sering ditemukan meliputi pesan palsu, tautan phishing, akun tiruan, dan penawaran hadiah palsu. Tingkat keamanan akun mahasiswa berada pada kategori tinggi sebesar 42%, kategori sedang sebesar 38%, dan kategori rendah sebesar 20%. Selain itu, ditemukan hubungan berbanding terbalik antara tingkat keamanan akun dan risiko menjadi korban phishing. Semakin baik penerapan praktik keamanan digital, semakin rendah risiko serangan phishing. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan literasi keamanan digital dan pemanfaatan fitur keamanan akun secara optimal sangat penting untuk melindungi akun Instagram mahasiswa dari ancaman phishing.