Irine Yunila Prastyawati Nila
STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Life Saving Skills: Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Resusitasi Jantung Paru pada Anggota PMR di SMAK St. Agnes Surabaya: Life Saving Skills Training: Improving Cardiopulmonary Resuscitation Knowledge and Skills for PMR Members at St. Agnes Catholic High School, Surabaya Irine Yunila Prastyawati Nila; Ignatius Heri Dwianto; Ignata Yuliati
J.Abdimas: Community Health Vol. 7 No. 1 (2026): J.Abdimas: Community Health - Mei 2026
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/jach.v7n1.338

Abstract

Latar Belakang: Henti jantung dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk di lingkungan sekolah, sehingga diperlukan kesiapsiagaan penolong awam yang memiliki pengetahuan dan keterampilan resusitasi jantung paru (RJP). Berdasarkan hasil observasi, anggota Palang Merah Remaja (PMR) SMAK St. Agnes Surabaya belum pernah mendapatkan edukasi dan pelatihan RJP secara terstruktur. Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan RJP pada anggota PMR. Metode: Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatoris Participatory Rural Appraisal (PRA) yang dianalisis berdasarkan partisipatif, deskriptif, dan evaluatif dalam bentuk pre – post test. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu edukasi daring menggunakan modul interaktif dan video disertai pre-test, serta pendampingan praktik RJP menggunakan manekin dengan evaluasi post-test dan lembar checklist keterampilan. Peserta berjumlah 30 siswa anggota PMR. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dengan kategori baik dimana terjadi peningkatan signifikan pada kategori baik pada aspek pengetahuan dari 23,33% menjadi 70% begitu pula pada aspek keterampilan dari 6,67% menjadi 36,67%, dimana hal ini menunjukkan hasil melampaui dari target yang ditentukan sebesar 20%. Selain itu, refleksi peserta menunjukkan tumbuhnya kepedulian, kesiapsiagaan, dan komitmen untuk bertindak sebagai penolong pertama. Kesimpulan: Kegiatan ini efektif meningkatkan kapasitas PMR dalam life saving skills dan membentuk sikap caring serta tanggung jawab kemanusiaan di lingkungan sekolah.