Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah, tetapi pemanfaatannya masih didominasi penjualan ikan segar kepada pengepul sehingga nilai tambah dan pendapatan keluarga nelayan belum optimal. Permasalahan lain meliputi belum optimalnya pemanfaatan limbah tulang ikan, keterbatasan pengolahan dan pemasaran produk, pencatatan keuangan yang masih konvensional, serta belum terbentuknya kelompok usaha istri nelayan. Program SEGARAKANTI bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, memperkuat peran perempuan pesisir, memanfaatkan limbah tulang ikan menjadi produk bernilai ekonomi, serta meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha dan pemasaran digital. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan CREAM (Collaborative, Realistic, Evolving, Agreed, Measurable) melalui identifikasi potensi dan masalah, pembentukan dan legalisasi kelompok usaha, pelatihan pengolahan hasil perikanan, manajemen usaha, pembukuan, branding, packaging, pemasaran digital, edukasi gizi, serta pendampingan dan monitoring. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, pre-test dan post-test, serta perbandingan produksi dan omzet. Hasil program menunjukkan terbentuknya dua kelompok usaha dengan 23 anggota, peningkatan kapasitas masyarakat, produksi olahan ikan dan stik tulang ikan, serta perluasan pemasaran produk. Program berkontribusi terhadap penguatan ekonomi keluarga nelayan dan pengembangan kelembagaan Desa Maritim yang berkelanjutan.