Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Impact of TikTok on Changing Partner Selection Standards for Indonesian Women Chris Steven Sado Fodhe Au
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 6 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijse.v6i2.495

Abstract

TikTok is one of the social media platforms with the most users globally, with a total of 1.94 billion users as of July 2025, and Indonesia is the country with the largest number of TikTok users, with a total of 194 million users as of July 2025. Indonesian TikTok users are dominated by women with a percentage of 50.8 percent and men 49.2 percent. The influence of the development of the social media world has had a significant influence on the formation of partner standards. The purpose of this study is to examine and analyze how TikTok influences partner selection standards among Indonesian women. The study was conducted using the Qualitative Content Analysis (Qualitative Content Analysis) or Netnography method. The method of analysis includes observation of viral videos or analysis of the comment column on certain accounts. The results show that Indonesian women have experienced a significant shift in partner selection standards due to exposure to TikTok content. These findings identify an increase in expectations focused on aspects of economic stability, having a high-income job, and meeting comprehensive emotional needs through the concept of the five love languages. Furthermore, these standards include demands for the absolute availability of material resources, time, and energy from men without any demands for balanced reciprocity in the relationship. TikTok's influence plays a role in determining women's criteria, which requires men to provide all of a woman's needs, both physical and spiritual, as well as other basic needs.
Segarakanti: Pemberdayaan Istri Nelayan Desa Tejakula Melalui Pengelolaan Hasil Perikanan Berbasis Ekonomi Sirkular dan Digitalisasi UMKM Menuju Desa Maritim Unggul Chris Steven Sado Fodhe Au; Viona Bertha; Ni Kadek Dwi Septiari; Ni Putu Sri Rukmini; Irwan Catur Saputra; Ni Wayan Pande Eka Agustini; Ni Kadek Rupini Nandi Lestari; Desak Made Cintya Putri Sena; Dewa Gede Satria Adinata; Ni Putu Trisna; Kadek Sinatra; Kadek Anggi Putri Pratiwi; Ayu Yuliana Dewi; Jemmy Regri Ferdianto; Komang Tri Rahayu; Rahayu Novi Salwani
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 11 (2026): September
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/01cgar14

Abstract

Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah, tetapi pemanfaatannya masih didominasi penjualan ikan segar kepada pengepul sehingga nilai tambah dan pendapatan keluarga nelayan belum optimal. Permasalahan lain meliputi belum optimalnya pemanfaatan limbah tulang ikan, keterbatasan pengolahan dan pemasaran produk, pencatatan keuangan yang masih konvensional, serta belum terbentuknya kelompok usaha istri nelayan. Program SEGARAKANTI bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, memperkuat peran perempuan pesisir, memanfaatkan limbah tulang ikan menjadi produk bernilai ekonomi, serta meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha dan pemasaran digital. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan CREAM (Collaborative, Realistic, Evolving, Agreed, Measurable) melalui identifikasi potensi dan masalah, pembentukan dan legalisasi kelompok usaha, pelatihan pengolahan hasil perikanan, manajemen usaha, pembukuan, branding, packaging, pemasaran digital, edukasi gizi, serta pendampingan dan monitoring. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, pre-test dan post-test, serta perbandingan produksi dan omzet. Hasil program menunjukkan terbentuknya dua kelompok usaha dengan 23 anggota, peningkatan kapasitas masyarakat, produksi olahan ikan dan stik tulang ikan, serta perluasan pemasaran produk. Program berkontribusi terhadap penguatan ekonomi keluarga nelayan dan pengembangan kelembagaan Desa Maritim yang berkelanjutan.