Andini Dian Pratiwi
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Monumen Perjuangan Anjasmara di Desa Gesing, Banjar, Buleleng, Bali: Latar Belakang, Nilai-Nilai Karakter, dan Strategi Pemanfaatannya sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA Andini Dian Pratiwi; I Wayan Pardi; Desak Made Oka Purnawati
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.4161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang pendirian Monumen Perjuangan Anjasmara di Desa Gesing, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya, serta mengkaji strategi pemanfaatannya sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan pendekatan kualitatif melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi dokumen, dan studi pustaka dengan melibatkan tokoh masyarakat, perangkat desa, dan tenaga pendidik sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendirian Monumen Perjuangan Anjasmara di Desa Gesing dilatarbelakangi oleh faktor historis, faktor sosial, dan faktor pendidikan yang berkaitan dengan perjuangan pasukan Ciung Wanara yang dimpimpin oleh I Gusti Ngurah Rai pada tahun 1946 dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui strategi perang gerilya. Monumen ini dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pejuang sekaligus sebagai sarana dalam menjaga ingatan kolektif masyarakat Desa Gesing terhadap peristiwa sejarah lokal. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa Monumen Perjuangan Anjasmara mengandung nilai-nilai karakter seperti kerja keras, semangat kebangsaan, cinta tanah air, peduli sosial, dan tanggung jawab yang relevan dalam pembentukan karakter generasi muda. Pemanfaatan monumen sebagai sumber belajar sejarah dinilai mampu menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna karena para peserta didik dapat menghubungkan materi sejarah dengan lingkungan di sekitar mereka. Dengan demikian, Monumen Perjuangan Anjasmara tidak hanya berfungsi sebagai peninggalan sejarah lokal, tetapi juga sebagai media pendidikan yang efektif dalam mendukung pembelajaran sejarah dan penguatan karakter peserta didik di SMA.