Yuyun Yunarti
Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penerimaan Pajak Penghasilan: Ditinjau dari Pemeriksaan Pajak dan Penagihan Pajak dengan Jumlah Wajib Pajak Terdaftar sebagai Moderating Variabel Shaffa Aulia Azzahra; Nur Syamsiyah; Yuyun Yunarti
eCo-Fin Vol. 8 No. 2 (2026): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v8i2.3684

Abstract

Pajak sebagai salah satu faktor penting yang menopang dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui pajak penghasilan (PPh). Namun realisasi penerimaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Metro menunjukkan fluktuasi dan pada beberapa periode belum mencapai target. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pengaruh pemeriksaan dan penagihan pajak pada penerimaan PPh dengan jumlah wajib pajak terdaftar sebagai variabel moderating di KPP Pratama Metro. Dirancang menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis data time series bulanan dalam kurun waktu Januari 2022 hingga September 2025, diolah dengan bantuan software EViews 10. Metode analisis mencakup uji asumsi klasik, pengujian hipotesis melewati uji-t, uji-F, dan Moderated Regression Analysis (MRA). Berdasarkan hasil penelitian, baik pengujian parsial maupun simultan menunjukkan pemeriksaan dan penagihan pajak tidak memberikan pengaruh pada penerimaan PPh. Jumlah wajib pajak terdaftar secara parsial juga tidak mampu memoderasi pengaruh pemeriksaan pajak serta penagihan pajak. Namun, berdasarkan uji simultan pemeriksaan pajak, penagihan pajak, serta jumlah wajib pajak terdaftar berpengaruh pada penerimaan PPh dengan besaran koefisien determinasi 25,11%. Rendahnya nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa sebesar 74,89% variasi penerimaan PPh terpengartuh oleh variabel eksternal yang tidak termasuk dalam model penelitian, sehingga studi selanjutnya disarankan untuk memasukkan variabel lain yang mampu menjelaskan lebih banyak faktor yang memengaruhi perubahan penerimaan PPh.
Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Nilai; Analisis Pengeluaran Pemerintah Dan Indeks Pembangunan Manusia Di Provinsi Lampung Dalam Prespektif Maqashid Syariah Annastasya Sabila Antera; Rina El Maza; Yuyun Yunarti
Al Itmamiy Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Vol. 8 No. 1 (2026): Al Itmamiy : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/8wkkzj89

Abstract

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang fluktuatif pasca Covid-19, meskipun terus mengalami peningkatan hingga mencapai 4,57 persen pada tahun 2024. Namun demikian, peningkatan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan pemerataan kesejahteraan masyarakat, sehingga diperlukan kajian mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung tahun 2014–2024 serta mengkajinya dalam kerangka Maqashid Syariah. Penelitian ini menggunakan mix method dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif menggunakan data panel dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung dengan bantuan aplikasi Eviews 12 melalui tahapan uji pemilihan model, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil uji Hausman, model yang terpilih adalah Fixed Effect Model (FEM). Analisis kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui content analysis terhadap literatur Maqashid Syariah. Data bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan IPM berpengaruh signifikan negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Dalam perspektif Maqashid Syariah, kondisi ini mengindikasikan bahwa prinsip hifdz al-mal dan hifdz an-nafs dalam pengelolaan pengeluaran pemerintah, serta hifdz an-nafs, hifdz al-aql, dan hifdz an-nasl dalam pembangunan manusia, belum terwujud secara optimal. Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformasi alokasi anggaran yang lebih tepat sasaran serta kebijakan yang terintegrasi antara peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penciptaan lapangan kerja lokal guna mewujudkan kemaslahatan masyarakat sesuai prinsip Maqashid Syariah.