Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana lingkungan kerja fisik dan stres kerja mempengaruhi kinerja pekerja pada sektor ritel busana di kawasan Alun-alun Singaparna. Secara konseptual, penciptaan lingkungan kerja fisik yang aman juga pengendalian stres kerja yang bagus dipandang sebagai determinan penting dalam menjaga stabilitas performa karyawan, terutama pada lokasi operasional yang memiliki tingkat kepadatan publik. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan paradigm post-positivis. Metode purposive digunakan dalam metode untuk mengumpulkan sampel, dan kriteria tertentu digunakan untuk menghasilkan total 66 responden. Analisis data dilakukan secara komprehenshif melalui reliabilitas dan validitas, serta uji asumsi klasik seperti normalitas, linieritas, multikolinieritas, autokorelasi dan heteroskedastisitas, analisis regresi linier berganda, pengujian hipotesis dengan uji t dan F dan koefesien determinasi (R2) menggunakan aplikasi SPSS 26. Hasilnya dari penyelidikan parsial menunjukan bahwa lingkungan kerja fisik berdampak positif dan signifikan untuk kinerja karyawan ditunjukan dengan nilai sig. 0,000 < 0,05 sementara itu, stres kerja berdampak negatif namun tidak signifikan terhadap kinerja karyawan dengan sig nilai. 0,063 > 0,05. Meskipun demikian, secara simultan model analisis ini menunjukan akibat yang signifikan berdasarkan nilai koefesien determinasi (R2) 68,5%. Temuan ini mengimplikasikan bahwa optimalisasi fasilitas fisik dan mitigasi gangguan lingkungan ekternal harus menjadi prioritas utama bagi manajemen ritel di kawasan publik untuk mempertahankan produktivitas karyawan di tengah dinamika lingkungan yang kompetitif.