Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TINJAUAN PEMIKIRAN FIQH TARBAWI DAN EKOLOGI BRONFENBRENNER TERHADAP PENGASUHAN ISLAMI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SANTRI PESANTREN AL-IRSYAD TENGARAN Ahmad Hilabi; Lilik Sriyanti
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.349

Abstract

Pengasuhan islami di lingkungan pesantren memiliki peranan strategis dalam membentuk karakter santri secara komprehensif, baik dari aspek spiritual, moral, sosial, maupun intelektual. Artikel ini bertujuan mengkaji model pengasuhan islami di Pesantren Al-Irsyad Tengaran melalui tinjauan pemikiran Fiqh Tarbawi dan perspektif ekologi Bronfenbrenner. Pendekatan kualitatif-deskriptif digunakan dengan menelaah sumber kepustakaan, observasi lapangan, serta wawancara terbatas dengan pengasuh dan santri. Analisis Fiqh Tarbawi menunjukkan bahwa konsep pengasuhan islami menekankan nilai keteladanan (uswah hasanah), penanaman akhlak, disiplin ibadah, serta internalisasi nilai tauhid dalam seluruh aspek kehidupan santri. Sementara itu, teori ekologi Bronfenbrenner menguraikan bahwa pembentukan karakter santri dipengaruhi oleh interaksi sistem berlapis, mulai dari hubungan langsung antara santri–pengasuh (mikrosistem), budaya dan regulasi pesantren (mesosistem), hingga lingkungan sosial masyarakat luas (eksosistem dan makrosistem). Sintesis kedua perspektif menunjukkan bahwa keberhasilan pengasuhan islami di pesantren tidak hanya bergantung pada metode pembelajaran dan kedisiplinan, tetapi juga pada dukungan ekosistem sosial dan budaya yang terintegrasi. Hasil kajian menegaskan bahwa Pesantren Al-Irsyad Tengaran berhasil membentuk karakter santri melalui pola pengasuhan yang kolaboratif, berlandaskan nilai syariah dan diperkuat oleh lingkungan pendidikan yang kondusif. Artikel ini merekomendasikan optimalisasi sinergi antara keluarga, pesantren, dan masyarakat sebagai elemen ekologi pendidikan untuk memperkuat pembentukan karakter santri pada era modern.