Pengembangan ekowisata berbasis kearifan lokal merupakan salah satu strategi penting dalam mendukung pariwisata berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Desa Poogalampa terletak di Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, memiliki potensi budaya dan sumber daya alam yang besar, seperti tradisi Pilumeano We’e, kelapa sebagai agro-ekowisata, jagung, perikanan, dan rumput laut. Namun hal ini belum dikelola secara optimal sebagai destinasi ekowisata. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pemerintah desa dan masyarakat tentang pemanfaatan potensi lokal sebagai basi pengembangan ekowisata. Metode yang dilakukan meliputi penyampain materi interaktif melalui kegiatan Sharing Session, diskusi dan tanya jawab, serta evaluasi partisipasi yang melibatkan pemerintah dan masyarakat desa yang hadir. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap konsep ekowisata berbasis kearifan lokal, serta perubahan perspektif dalam melihat tradisi dan sumber daya alam sebagai peluang pengembangan desa wisata. Masyarakat mulai memahami bahwa tradisi budaya dan potensi alam yang ada dapat dikembangkan menjadi wisata berbasis pengalaman yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Kegiatan PkM ini juga mendorong partisipasi pemerintah dan masyarakat desa dalam perencangaan pengembangan desa wisata. Dengan demikian, pengembangan ekowisata berbasis kearifan lokal di Desa Poogalampa terbukti relevan sebaga strategi pemberdayaan masyarakat, peningkatan ekonomi desa, serta pelestrarian budaya dan lingkungan secara berkelanjutan.