Santos Kanisius Firmus Petu
Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Filsafat Dialog dan Tantangan Toleransi Beragama dalam Masyarakat Multikultural Yanarius Andar; Wahyu Y De Galeliano Feni; Santos Kanisius Firmus Petu; Servasius Igusta Bria
Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jspk.v2i2.2328

Abstract

Dalam dunia yang semakin plural dan saling terhubung, masyarakat multikultural menjadi realitas sosial yang tidak terhindarkan. Perbedaan agama, budaya, dan pandangan hidup menuntut adanya upaya serius untuk membangun toleransi dan harmoni. Tulisan ini bertolak dari perspektif filsafat dialog, terutama pemikiran Hans-Georg Gadamer, Martin Buber, dan Raimon Panikkar, sebagai dasar refleksi kritis atas relasi antarumat beragama dalam konteks masyarakat multikultural. Filsafat dialog menekankan pentingnya keterbukaan, pengakuan atas alteritas (keterbedaan), dan sikap saling mendengarkan sebagai jalan menuju pemahaman yang lebih dalam. Namun demikian, penerapan filsafat dialog menghadapi berbagai tantangan, seperti eksklusivisme teologis, fanatisme agama, politik identitas, dan ketimpangan sosial-budaya. Kajian ini menunjukkan bahwa toleransi bukan sekadar sikap pasif menerima perbedaan, melainkan sebuah proses dialogis yang aktif dan reflektif. Oleh karena itu, filsafat dialog menawarkan kerangka etis dan epistemologis yang relevan untuk memperkuat toleransi beragama di tengah kompleksitas masyarakat multikultural.