Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mutrani Wayang Petruk Gagrag Yogyakarta: Practice-Based Research Abimanyu Putra Pratama
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2026): MEI 2026
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ccpy3g20

Abstract

Urgensi pelestarian kriya wayang kulit tradisional saat ini diperhadapkan pada tantangan degradasi nilai estetik dan simplifikasi material produksi modern. Penelitian ini bertujuan untuk menguji, mengonstruksi, dan mendokumentasikan kembali pengetahuan artistik tradisional yang terangkum dalam praktik kriya replikasi rupa tokoh Punakawan. Pendekatan pengkajian seni yang digunakan adalah penelitian artistik (artistic research) yang disinergikan dengan metode Practice-Based Research. Melalui metode tersebut, penelitian menempatkan praktik berkarya sebagai instrumen utama produksi pengetahuan baru melalui keterlibatan langsung peneliti pada setiap tahapan pembuatan fisik wayang Petruk gagrak Yogyakarta. Proses penciptaan dieksekusi secara linier dan terstruktur, meliputi tahap persiapan bahan kulit perkamen kerbau, nyorek (pemindahan pola), mbedah (pemotongan siluet kontur), natah keseluruhan isen-isen (pemahatan ragam hias), serta finishing (penghalusan sudut dan pemasangan gegel kulit). Temuan penelitian berbasis praktik ini menunjukkan bahwa seluruh tahapan kerja kriya tradisional terikat kuat oleh kodifikasi leksikon tatahan dan Teori Estetika Sanggit yang mengejawantahkan kepekaan rasa, kecerdasan visual, serta kepatuhan terhadap pakem tradisi. Kontribusi penelitian ini berupa pemetaan empiris mengenai mekanisme kerja teknik mutrani sekaligus produksi pengetahuan baru yang mengendap pada tubuh perajin demi pelestarian rupa wayang kulit Nusantara secara berkelanjutan.
Dinamika Pengelolaan Dewi Kajii sebagai Desa Mandiri Budaya Berbasis Community-Based Tourism Abimanyu Putra Pratama; Surya Adiwijaya; Dahayu Kirana; Muh Nur Khusen; Nurani Indah Pertiwi; Brusheila Devi
Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): Kajian Pariwisata & Budaya
Publisher : Program Studi Destinasi Pariwisata ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Wisata Dewi Kajii muncul sebagai upaya rekonsiliasi sosial untuk mengatasi gesekan antarmasyarakat di Gilangharjo dengan memanfaatkan potensi lokal sebagai pemersatu kolektif. Penelitian ini mengkaji dinamika pengelolaan dan strategi penguatan identitas lokal menuju status Desa Mandiri Budaya. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus eksploratif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dewi Kajii saat ini sedang bertransisi dari tahap pengembangan menuju tahap konsolidasi dalam Tourism Area Life Cycle. Keberhasilan tersebut didorong oleh strategi “pengemasan potensi lokal yang autentik” melalui integrasi budidaya ikan hias dengan praktik budaya tradisional seperti pande gamelan ke dalam satu ekosistem pariwisata yang terpadu. Formalisasi kelembagaan melalui pemisahan peran antara Pokdarwis dan unit ekonomi mendukung tata kelola yang transparan tanpa menghilangkan karakter lokal. Namun demikian, keberlanjutan pengelolaan masih menghadapi tantangan berupa ketergantungan pada tokoh kunci dan belum meratanya partisipasi masyarakat dalam pengembangan homestay. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi menuju Desa Mandiri Budaya bergantung pada kemampuan menyeimbangkan pelestarian budaya dan inovasi melalui penguatan storytelling, dokumentasi, serta regenerasi kepemimpinan. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian Community-Based Tourism dan Desa Mandiri Budaya dengan menunjukkan bahwa potensi ekonomi lokal dapat ditransformasikan menjadi identitas budaya kolektif yang berfungsi sebagai landasan pembangunan pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.