Megawati Megawati
Universitas Muhammadiyah Muara Bungo Jambi

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Proses dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Quantum Teaching Pada Siswa Kelas IV SDN 12/II Empelu Jumita Jumita; Megawati Megawati; Nurlev Avana
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 2 No. 1 (2026): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v21.132

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada tingkat keterlibatan siswa dan hasil belajar siswa kelas IV di SDN 12/II Empelu pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Pengamatan awal menunjukkan bahwa guru tidak memberikan dukungan yang memadai kepada siswa dalam proses belajar, mengakibatkan pemahaman materi yang rendah dan rasio siswa-guru di bawah Kriteria Kemahiran Minimum (KKTP) sebesar 78. Hal ini menyoroti kebutuhan akan metode pengajaran inovatif dan menjanjikan untuk meningkatkan standar pengajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas Model Pendidikan Kuantum dalam meningkatkan proses dan hasil belajar. Perencanaan, implementasi, pengamatan, dan refleksi merupakan dua fase dari metode CAR. Sebanyak 13 siswa dari empat kelas di SDN 12/II Empelu menjadi subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui pengamatan kualitatif terhadap implementasi model dan evaluasi kuantitatif hasil belajar siswa menggunakan pretest dan posttest. Hasil menunjukkan bahwa implementasi Model Pengajaran Kuantum oleh guru meningkat dari 79% menjadi 91%, proses belajar siswa meningkat dari 65% menjadi 80%, dan hasil belajar kognitif meningkat dari 65% menjadi 81%. Dengan demikian, pendekatan Quantum Teaching efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran IPAS bagi siswa kelas IV di SDN 12/II Empelu. Penelitian ini memberikan bukti bahwa inovasi pendidikan dapat secara signifikan meningkatkan prestasi dan kepuasan siswa.
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar IPAS Siswa kelas VI Menggunakan Metode Kooperatif Scramble  SDN 029/II Sungai Mancur Weni Susilawati; Apdoludin Apdoludin; Megawati Megawati
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 2 No. 1 (2026): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v21.190

Abstract

By using the Scramble cooperative learning approach, this project seeks to enhance the Natural Sciences and Social Sciences (IPAS) learning process and results for sixth-grade students at SDN 029/II Sungai Mancur. minimal learning achievement just 40% of 20 students met the Learning Objective Competency Criteria (KKTP) and minimal student participation during learning activities serve as the study's backdrop. The planning, execution, observation, and reflection phases make up each of the two cycles of this Classroom Action Research (CAR) project. Twenty sixth-grade students served as the research subjects, and the goal was to apply the Cooperative Scramble approach to IPAS instruction. Learning outcome assessments, recording, and observation were among the methods used to gather data. Both quantitative and qualitative descriptive methodologies were used to analyse the data. The results showed an improvement in both the learning process and outcomes. In terms of process, teacher and student engagement increased from “adequate” in cycle I to “good” in cycle II. Regarding learning outcomes, the average student score increased from 69.4 in cycle I to 82.5 in cycle II, with the percentage of mastery rising from 55% to 90%. The Cooperative Scramble method proved effective in enhancing student activity and understanding of IPAS concepts
Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar IPAS Peserta Didik Menggunakan Model Contextual Teaching and Learning Kelas IV SDN 296/VI Rantau Panjang Mutiroh Mutiroh; Megawati Megawati; Tri Wera Agrita
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 2 No. 1 (2026): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v21.197

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas pada peserta didik kelas IV SDN 296/VI Rantau Panjang yang dilatarbelakangi observasi awal yang menunjukan rendahnya hasil belajar IPAS peserta didik, dapat dilihat berdasarkan nilai ratarata hasil tes uji kompetensi peserta didik pada pokok bahasan Bab 3 “Gaya di Sekitar Kita” yaitu 67. Rata-rata nilai tersebut masih di bawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan sekolah yaitu 70. Hal ini menunjukan masih rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Oleh karena itu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik adalah model Contextual Teaching and Learning. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterlaksanaan model Contextual Teaching and Learning dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model Contextual Teaching and Learning pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).  Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan Tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas IV SDN 296/VI Rantau Panjang yang berjumlah 15 peserta didik. Pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa lembar observasi keterlaksanaan model Contextual Teaching and Learning dan lembar tes belajar peserta didik. Sedangkan data kuantitatif berupa data yang diperoleh dari jumlah persentase keterlaksanaan model Contextual Teaching and Learning pada skor penilaian indikator lembar observasi dan nilai maupun persentase hasil tes belajar peserta didik menggunakan model Contextual Teaching and Learning. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini antara lain, keterlaksanaan model Contextual Teaching and Learning pada mata pelajaran IPAS berkategori sangat baik dan hasil tes belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS mengalami peningkatan di atas KKTP yaitu 70, setelah diterapkan model Contextual Teaching and Learning. Hasil tes belajar rata-rata peserta didik pada siklus 1 adalah 67,3 dengan peserta didik yang tuntas sebanyak 8 peserta didik (53,3%) dan pada siklus 2 adalah 75,3 dengan peserta didik yang tuntas sebanyak 14 peserta didik (93,3%). Hal ini menunjukan adanya peningkatan dari siklus 1 dan 2 hasil belajar peserta didik melalui penerapan model Contextual Teaching and Learning pada mata pelajaran IPAS. Penerapan model CTL dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam belajar dan dapat membantu peserta didik agar tetap fokus dalam berbagai situasi pembelajaran yang sedang terjadi sehingga terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar
Peningkatan Proses Dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) Pada Siswa Kelas IV Di SDN 29/II Sungai Mancur Shinta Selina Nugrah; Megawati Megawati; Opi Andriani
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 2 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.153

Abstract

Based on preliminary observations, classroom action research was conducted on fourth-grade students at SDN 29/II Sungai Mancur. The findings indicate that students' scientific learning outcomes are low, as seen by their cognitive learning successes falling short of the school's KKTP of 70.  Whereas students who have been reported to have finished have a percentage of 41.7% in science learning outcomes, those who have not completed have a proportion of 58.3%.  “Thus, the Think Pair Share (TPS) learning approach is the one that can enhance student learning outcomes.  The aim of this study was to ascertain how the Think Pair Share (TPS) Learning model may be applied to enhance the science learning process and outcomes in every cycle.  Classroom Action Research (CAR) is the research methodology employed.  The study was carried out in two cycles, with planning, action implementation, observation, and reflection included in each cycle.  Twelve fourth-grade children from SDN 29/II Sungai Mancur served as the research subjects.  Both qualitative and quantitative data were collected for this investigation”.  qualitative information in the form of student and teacher observation forms.  The proportion of teacher performance observation sheets, the percentage of student learning process observation sheets, and the % of student science learning outcome assessments using the Think Pair Share (TPS) learning model are the sources of quantitative data.  This study's findings include: 1) a 98.9% rating for “the Teacher Performance Process in science learning using the Think Pair Share (TPS) learning model, 2) a 79.1% rating for the Student Learning Process in science learning using the Think Pair Share (TPS) learning model, and 3) an increase in student learning outcomes in cycles I and II”.  Cycle II had a 16.6% increase in the score, with 83.3% of the total falling into the "Very Good" category, up from cycle I's 66.7% "Enough" category.  Applying the Think Pair Share (TPS) learning model can enhance the learning process for students and raise learning outcomes by assisting them in solving difficulties through discussion.