Maulid Taembo
Universitas Trunodjoyo Madura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesantunan Berbahasa Masyarakat Muna : Tinjauan Pragmatik La Yani Konisi; Haerun Anaa; Maulid Taembo
Jurnal Komposisi Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL KOMPOSISI
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/jk.v11i1.2956

Abstract

Penelitian ini membahas kesantunan berbahasa di kalangan masyarakat tutur bahasa Muna secara pragmatik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal mendasar, sebagai berikut. Pertama, penelitian-penelitian tentang kesantunan berbahasa, khususnya kesantunan berbahasa di kalangan masyarakat tutur bahasa Muna belum dilakukan secara maksimal. Kedua, tindak tutur kesantunan dalam bahasa Muna memiliki bentuk yang cukup bervariasi, dan menarik untuk diketahui. Berdasarkan gambaran permasalahan, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur dan prinsip kesantunan berbahasa masyarakat Muna Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoretis maupun praktis. Secara teoritis, kajian ini bermanfaat untuk (1) memberikan gambaran tentang pemakaian bentuk dan makna tindak tutur kesantunan bahasa Muna, (2) menambah khasanah pengembangan ilmu bahasa daerah, yang dapat dimanfaatkan sebagai penunjang penyusunan dokumentasi kebudayaan nusantara melalui kajian bahasa, (3) dapat dimanfaatkan bagi pengembangan bahasa Muna, dan (4) memberikan sumbangsih terhadap pengembangan teori pragmatik, khususnya yang bertalian dengan sistem tindak tutur kesantunan. Secara praktis, penelitian ini bermanfaat untuk (1) membantu di dalam proses pembelajaran bahasa Muna, (2) memberikan informasiĀ  dan referensi bagi peneliti selanjutnya, dan (3) sebagai salah satu dokumentasi kekayaan budaya masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara. Pelaksanaan penelitianini akan dilakukan pada beberapa wilayah/titik di Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan deskripsi kualitatif melalui metode wawancara yang disertai dengan pengamatan terhadap kehidupan masyarakat. Data penelitian akan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan deskripsi tindak tutur kesantunan berbahasa di kalangan masyarakat tutur bahasa Muna (telaah pragmatik) dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, tuturan santun dalam bahasa Muna dapat berbentuk kata, frase, dan klausa dan memiliki makna yang beraneka ragam, seperti untuk memberikan pujian, menunjukkan kerendahan hati, permohonan maaf, ucapan terima kasih, pemberian nasehat, kedermawanan dan kebijaksanaan, permintaan secara halus, permintaan pertimbangan, dan ucapan salam/permisi. Kedua, jenis-jenis tindak tutur kesantunan dalam bahasa Muna umumnya berupa tindak tutur direktif, asertif, dan ekspresif. Ketiga, tindak tutur kesantunan berbahasa masyarakat Muna banyak mematuhi prinsip penghargaan dan kesederhanaan.
Struktur Morfologis sebagai Pembangun Daya Persuasif Iklan Layanan Masyarkat (ILM) Bidang Kesehatan Wevi Lutfitasari; Made Arya Vidiarama; Maulid Taembo; Ubaidillah Ubaidillah
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 11, No 1: Metalingua, Edisi April 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v11i1.34098

Abstract

This study focuses on a morphological analysis of public service advertisements (PSAs) in the health sector. The selection of morphological forms influences the construction of persuasive messages in PSAs. Accordingly, this study aims to examine morphological forms along with their meanings, both morphologically and syntactically, as constituents of the grammatical structure of PSA language containing persuasive elements. In addition, this study seeks to describe the relationship between morphological forms and persuasion in health-related PSAs.This research is categorized as a qualitative descriptive study employing a case study approach. The data consist of morphological forms derived from public service advertisements uploaded by the Health Office of Bangkalan Regency through its official account, @Dinkesbangkalan. Data were collected using documentation techniques and subsequently analyzed using the distributional method. The findings reveal four characteristics of morphological structures in PSAs as constituents of persuasive language. First, the morphological process identified is limited to affixation. Second, the types of affixation include prefixes (peN-, meN-, ber-), confixes (ke-an, peN-an, meN-i), and suffixes (-kan, -i, -an). Third, the resulting morphological forms occupy core syntactic functions, namely Subject and Predicate. Fourth, affixation functions as a marker of instruction or direct persuasion and supports the clarity of commands. In conclusion, the morphological forms found in PSAs are exclusively derived from affixation, functioning both as core elements of sentence structure and as markers of persuasion.