Muhammad Helmi
Departemen Oseanografi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Variabilitas Tinggi Gelombang Saat ENSO Kuat di Perairan Raja Ampat Haris Munandar Gultom; Elis Indrayanti; Muhammad Helmi
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 2 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i2.29652

Abstract

Kawasan Konservasi Perairan Raja Ampat merupakan destinasi wisata bahari yang dikenal karena keindahan perairan dan terumbu karangnya. Iklim merupakan salah satu penggerak utama dalam pariwisata internasional. Gelombang tinggi dan kecepatan angin yang ekstrem menimbulkan risiko besar terhadap keselamatan pelayaran di perairan Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui variabilitas tinggi gelombang, anomali tinggi gelombang pada tahun El Nino Kuat dan La Nina Kuat di Perairan Raja Ampat. Metode yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif-kuantitatif, dengan metode analisis statistik regresi dan korelasi pada data deret waktu selama 43 tahun dari tahun 1980-2023. Data yang digunakan diakses dari Marine Copernicus yang berupa hasil data model platform NEMO pada permukaan laut oleh ECMWF ERA-Interim yang kemudian dianalisis ulang oleh ERA5, resolusi horizontal dengan reanalysis 0.25° x 0.25° (atmosphere), 0.5° x 0.5° (ocean waves) mean, spread and members: 0.5° x 0.5° (atmosphere), 1° x 1° (ocean waves). Resolusi temporal yang digunakan adalah temporal dengan format file GRIB dan update frekuensi bulanan. Hasil dari penelitian ini yaitu El Niño kuat memperkuat angin timuran (JJA–SON) dan meningkatkan tinggi gelombang di wilayah barat dan selatan Raja Ampat (anomali positif hingga +0.3 m). Pada La Niña kuat menyebabkan penurunan tinggi gelombang di DJF dan SON. Pada DJF, baik El Niño Kuat maupun La Niña Kuat menyebabkan penurunan tinggi gelombang, sehingga laut lebih tenang dibanding kondisi normal. Pada MAM, El Niño Kuat meningkatkan tinggi gelombang akibat penguatan angin barat–laut, sedangkan La Niña Kuat menurunkan tinggi gelombang karena melemahnya angin. Pola angin musiman mempengaruhi variasi tinggi gelombang di perairan Raja Ampat.
Karakteristik Kualitas Perairan dan Status Eutrofikasi di Perairan Pesisir Kota Pekalongan Pramesthi Dwi Octavianna; Muhammad Helmi; Lilik Maslukah; Muhamad Zainuri; Aris Ismanto
Buletin Oseanografi Marina Vol 15, No 1 (2026): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v15i1.81010

Abstract

Perairan pesisir Kota Pekalongan merupakan wilayah yang rentan terhadap eutrofikasi akibat tingginya aktivitas antropogenik di daratan, seperti kawasan terbangun, tambak, dan pertanian, yang berpotensi meningkatkan masukan nutrien ke perairan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status trofik perairan pesisir Kota Pekalongan berdasarkan Trophic State Index (TSI), menganalisis perbedaan karakteristik kualitas perairan antara area pesisir dan area transisi pesisir–laut, serta mengkaji keterkaitannya dengan kondisi tutupan lahan daratan. Pengambilan data kualitas perairan dilakukan dalam satu hari pengamatan dengan total 77 titik sampling, meliputi parameter klorofil-a, nitrat, fosfat, total padatan tersuspensi, oksigen terlarut, suhu, salinitas, pH, dan kecerahan. Nilai TSI dihitung berdasarkan indikator klorofil-a, nutrien, dan kecerahan, kemudian dianalisis secara spasial menggunakan interpolasi spline, serta didukung oleh analisis deskriptif berupa boxplot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa area pesisir memiliki tingkat eutrofikasi yang relatif lebih tinggi dan lebih bervariasi dibandingkan area transisi, yang dicirikan oleh konsentrasi nutrien dan klorofil-a yang lebih tinggi serta kecerahan yang lebih rendah. Dominasi tutupan lahan terbangun dan tambak di wilayah daratan berpotensi berkontribusi terhadap kondisi eutrofikasi perairan pesisir. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan wilayah daratan sebagai bagian dari upaya mitigasi eutrofikasi dan pengelolaan perairan pesisir secara berkelanjutan.