Computer network learning in vocational high schools requires methods that can develop both students' conceptual understanding and practical skills. Although network simulation and direct practicum methods have been widely studied separately, research that explicitly compares the effectiveness of both within a single comparative design in a vocational school context remains limited. This study aims to analyze the differences in effectiveness between network simulation and direct practicum learning methods in computer network subjects at SMKS Dharma Bahari Surabaya. The study employed a quantitative method with a comparative approach involving 55 respondents using validated and reliable questionnaire instruments. Hypothesis testing results indicate no significant difference in effectiveness between the two methods, demonstrating that both are equivalent in supporting students' conceptual understanding and practical skills. These findings imply that teachers can integrate network simulation and direct practicum in a complementary manner: simulation is optimized for concept introduction and virtual configuration practice, while direct practicum is focused on developing real technical skills and industry work readiness. This integrative approach is particularly relevant for schools with limited infrastructure, as network simulation has proven capable of producing equivalent learning effectiveness without depending on complete hardware availability. ABSTRAK Pembelajaran jaringan komputer di SMK membutuhkan metode yang mampu mengembangkan pemahaman konsep sekaligus keterampilan praktik siswa. Meskipun metode simulasi jaringan dan praktikum langsung telah banyak dikaji secara terpisah, penelitian yang secara eksplisit membandingkan efektivitas keduanya dalam satu desain komparatif pada konteks SMK masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektivitas antara metode pembelajaran simulasi jaringan dan praktikum langsung pada mata pelajaran jaringan komputer di SMKS Dharma Bahari Surabaya. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif terhadap 55 responden melalui instrumen kuesioner yang telah teruji valid dan reliabel. Hasil uji hipotesis menunjukkan tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua metode, sehingga keduanya terbukti setara dalam mendukung pemahaman konsep dan keterampilan praktik siswa. Temuan ini berimplikasi bahwa guru dapat mengintegrasikan simulasi jaringan dan praktikum langsung secara terpadu: simulasi dioptimalkan untuk pengenalan konsep dan latihan konfigurasi virtual, sementara praktikum langsung difokuskan pada pembentukan keterampilan teknis nyata dan kesiapan kerja industri. Pendekatan integratif ini relevan khususnya bagi sekolah dengan keterbatasan sarana prasarana, karena simulasi jaringan terbukti mampu menghasilkan efektivitas pembelajaran yang setara tanpa bergantung pada kelengkapan perangkat keras.