Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Infrastruktur Jaringan Laboratorium Teknik Informatika UNESA sebagai Sarana Penunjang Pembelajaran: indonesia Nadia Ni'amah; Husna Lathifunisa Arif; Aryawangi Rahmawanto; Edwyn Wahyu Prasetya; Afif Amarranda Saragih; Mohammad Wildan Habibi; I Gusti Lanang Putra Eka Prismana
Jurnal Sistem Informasi, Teknik Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Sistem Informasi, Teknik Informatika dan Teknologi Pendidikan
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi infrastruktur jaringan pada Laboratorium Teknik Informatika Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sebagai sarana penunjang pembelajaran. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi langsung, wawancara dengan teknisi dan asisten laboratorium, pengukuran performa jaringan menggunakan Speedtest by Ookla, serta dokumentasi perangkat dan topologi jaringan. Tiga laboratorium dijadikan sampel, yaitu Laboratorium Jaringan Komputer, Sistem Informasi, dan Multimedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur perangkat keras pada laboratorium, seperti PC berprosesor Core i7/i5, RAM 12 GB, dan SSD 256 GB, telah memenuhi kebutuhan praktikum. Performa jaringan menunjukkan bandwidth simetris ±94 Mbps dengan latensi rendah dan 0% packet loss, sehingga mampu menunjang kegiatan pembelajaran digital, akses cloud, dan praktikum berbasis virtual machine. Namun, ditemukan beberapa kendala, seperti manajemen kabel yang kurang rapi, keterbatasan perangkat fisik pada Laboratorium Jaringan, dan jumlah PC yang belum sebanding dengan jumlah mahasiswa, terutama di Laboratorium Multimedia dan Jaringan Komputer. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kualitas jaringan tergolong sangat baik, aspek kuantitas perangkat dan manajemen infrastruktur fisik masih perlu ditingkatkan agar pembelajaran dapat berjalan lebih efektif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi dan acuan pengembangan fasilitas laboratorium pada masa mendatang. Infrastruktur jaringan yang baik ditandai oleh bandwidth yang memadai serta latensi yang rendah. Dalam konteks pembelajaran digital, latensi di bawah 100 ms dikategorikan sangat baik karena mampu mendukung aktivitas interaktif seperti video conference, akses cloud, dan penggunaan sistem pembelajaran daring secara real-time. Jaringan dengan latensi rendah juga berkontribusi pada kenyamanan pengguna dan efisiensi waktu selama proses praktikum berlangsung
Studi Literatur: Analisis Kesenjangan Implementasi Project Based Learning dalam Mendukung Kemampuan Problem Solving Siswa SMK Nayla Najma Arifin; Azhar Maulana Dzaki Rizqullah; Georedy Hermawan Pratama; Lazuardi Syahrul Ramadhan; Adena Fitria Nadya Jasmine; Kent Reivan Arryan Bima; Mohammad Wildan Habibi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan implementasi Project Based Learning (PjBL) dalam mendukung kemampuan problem solving siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah 35 artikel ilmiah yang relevan pada rentang tahun 2016–2025 yang diperoleh dari berbagai basis data seperti Google Scholar, Scopus, dan ResearchGate. Analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, analisis tematik, dan sintesis untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai implementasi PjBL dalam konteks pendidikan vokasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa PjBL secara konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan problem solving, motivasi belajar, keterlibatan siswa, serta pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti kolaborasi dan komunikasi. Dalam konteks SMK, efektivitas PjBL cenderung optimal ketika proyek dirancang secara kontekstual, memiliki tahapan kerja yang sistematis, serta didukung oleh peran aktif guru sebagai fasilitator dan penggunaan asesmen berbasis proses. Namun demikian, kajian ini juga mengidentifikasi adanya kesenjangan implementasi, di mana sebagian besar praktik pembelajaran masih berorientasi pada hasil akhir (produk) dibandingkan proses pengembangan problem solving siswa. Selain itu, keterbatasan dalam desain proyek, kurangnya scaffolding dari guru, serta kesulitan dalam mengukur kontribusi individu dalam kerja kelompok menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan strategi pembelajaran yang lebih terstruktur, kontekstual, dan berorientasi pada proses untuk mengoptimalkan peran PjBL dalam meningkatkan kemampuan problem solving siswa SMK serta kesiapan mereka menghadapi dunia kerja.