Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Infrastruktur Jaringan Laboratorium Teknik Informatika UNESA sebagai Sarana Penunjang Pembelajaran: indonesia Nadia Ni'amah; Husna Lathifunisa Arif; Aryawangi Rahmawanto; Edwyn Wahyu Prasetya; Afif Amarranda Saragih; Mohammad Wildan Habibi; I Gusti Lanang Putra Eka Prismana
Jurnal Sistem Informasi, Teknik Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Sistem Informasi, Teknik Informatika dan Teknologi Pendidikan
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi infrastruktur jaringan pada Laboratorium Teknik Informatika Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sebagai sarana penunjang pembelajaran. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi langsung, wawancara dengan teknisi dan asisten laboratorium, pengukuran performa jaringan menggunakan Speedtest by Ookla, serta dokumentasi perangkat dan topologi jaringan. Tiga laboratorium dijadikan sampel, yaitu Laboratorium Jaringan Komputer, Sistem Informasi, dan Multimedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur perangkat keras pada laboratorium, seperti PC berprosesor Core i7/i5, RAM 12 GB, dan SSD 256 GB, telah memenuhi kebutuhan praktikum. Performa jaringan menunjukkan bandwidth simetris ±94 Mbps dengan latensi rendah dan 0% packet loss, sehingga mampu menunjang kegiatan pembelajaran digital, akses cloud, dan praktikum berbasis virtual machine. Namun, ditemukan beberapa kendala, seperti manajemen kabel yang kurang rapi, keterbatasan perangkat fisik pada Laboratorium Jaringan, dan jumlah PC yang belum sebanding dengan jumlah mahasiswa, terutama di Laboratorium Multimedia dan Jaringan Komputer. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kualitas jaringan tergolong sangat baik, aspek kuantitas perangkat dan manajemen infrastruktur fisik masih perlu ditingkatkan agar pembelajaran dapat berjalan lebih efektif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi dan acuan pengembangan fasilitas laboratorium pada masa mendatang. Infrastruktur jaringan yang baik ditandai oleh bandwidth yang memadai serta latensi yang rendah. Dalam konteks pembelajaran digital, latensi di bawah 100 ms dikategorikan sangat baik karena mampu mendukung aktivitas interaktif seperti video conference, akses cloud, dan penggunaan sistem pembelajaran daring secara real-time. Jaringan dengan latensi rendah juga berkontribusi pada kenyamanan pengguna dan efisiensi waktu selama proses praktikum berlangsung
Studi Literatur: Analisis Kesenjangan Implementasi Project Based Learning dalam Mendukung Kemampuan Problem Solving Siswa SMK Nayla Najma Arifin; Azhar Maulana Dzaki Rizqullah; Georedy Hermawan Pratama; Lazuardi Syahrul Ramadhan; Adena Fitria Nadya Jasmine; Kent Reivan Arryan Bima; Mohammad Wildan Habibi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan implementasi Project Based Learning (PjBL) dalam mendukung kemampuan problem solving siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah 35 artikel ilmiah yang relevan pada rentang tahun 2016–2025 yang diperoleh dari berbagai basis data seperti Google Scholar, Scopus, dan ResearchGate. Analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, analisis tematik, dan sintesis untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai implementasi PjBL dalam konteks pendidikan vokasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa PjBL secara konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan problem solving, motivasi belajar, keterlibatan siswa, serta pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti kolaborasi dan komunikasi. Dalam konteks SMK, efektivitas PjBL cenderung optimal ketika proyek dirancang secara kontekstual, memiliki tahapan kerja yang sistematis, serta didukung oleh peran aktif guru sebagai fasilitator dan penggunaan asesmen berbasis proses. Namun demikian, kajian ini juga mengidentifikasi adanya kesenjangan implementasi, di mana sebagian besar praktik pembelajaran masih berorientasi pada hasil akhir (produk) dibandingkan proses pengembangan problem solving siswa. Selain itu, keterbatasan dalam desain proyek, kurangnya scaffolding dari guru, serta kesulitan dalam mengukur kontribusi individu dalam kerja kelompok menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan strategi pembelajaran yang lebih terstruktur, kontekstual, dan berorientasi pada proses untuk mengoptimalkan peran PjBL dalam meningkatkan kemampuan problem solving siswa SMK serta kesiapan mereka menghadapi dunia kerja.
Efektivitas Model Pembelajaran Project Based Learning Demi Meningkatkan Kreativitas Serta Kolaborasi Pada Siswa SMK Nadila Nurul Aini; Muhammad Dwikarama Fanda; Ivhan Afika Prila; Diella Amalia; Muhammad Iqbal Alamsyah; Mohammad Wildan Habibi
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1203

Abstract

Pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuruan diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga keterampilan yang dibutuhkan di abad ke-21, khususnya dalam aspek inovasi dan kerja sama. Hal ini penting untuk menghadapi tuntutan dari industri masa kini serta era Revolusi Industri 4.0. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran tradisional yang dominan seringkali mengakibatkan rendahnya partisipasi aktif, kurangnya inisiatif, dan lemahnya kemampuan bekerja sama di antara para siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas model pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dalam meningkatkan kreativitas serta keterampilan kolaboratif siswa SMK melalui pendekatan Tinjauan Pustaka Sistematis. Kajian ini juga menganalisis artikel ilmiah yang relevan yang telah diterbitkan dalam lima tahun terakhir (2020-2025) berdasarkan data dari jurnal nasional dan internasional. Hasil analisis literatur menunjukkan bahwa penerapan model PjBL secara signifikan dapat mendorong siswa untuk lebih kreatif melalui proyek nyata yang mengajak mereka untuk menjelajahi beragam ide, berpikir secara divergen, serta menciptakan produk atau solusi yang orisinal. Selain itu, PjBL terbukti efektif dalam memperkuat keterampilan kolaborasi melalui dinamika kerja kelompok yang memerlukan tanggung jawab bersama, komunikasi yang baik, dan kemampuan negosiasi antara siswa. Meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan sarana serta perlunya peningkatan kompetensi guru dalam memfasilitasi proyek, model ini tetap menjadi solusi pengajaran yang unggul. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PjBL merupakan strategi pengajaran yang sangat cocok untuk diintegrasikan secara sistematis ke dalam kurikulum SMK untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja yang terus berubah
TREN PENELITIAN PROJECT BASED LEARNING PENDIDIKAN SMK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KESIAPAN KERJA LULUSAN: KAJIAN LITERATUR Bhamana Artantyo; Moch. Pandu Wicaksono; Muhammad Salik El Dawamudz Dzikri; Muhammad Nur Rafi; Faizal Alwalliyu Rizki; Arjuna Jamihadi; Mohammad Wildan Habibi
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.10923

Abstract

This study aims to analyze research trends in Project-Based Learning (PjBL) within Vocational High School (SMK) education and its implications for graduates’ work readiness. The method employed is a literature review by analyzing 30 scientific articles published between 2020 and 2025 from various journal databases. The findings indicate a significant increase in PjBL research publications, accompanied by a shift in research focus from primarily emphasizing academic learning outcomes toward the development of students’ employability skills and work readiness. The implementation of PjBL has proven to be effective in enhancing both technical skills and soft skills, including critical thinking, creativity, communication, and collaboration, which directly contribute to improving graduates’ work readiness from a low to a very good category. Recent trends also show a growing integration of PjBL with other approaches such as STEM and teaching factory to strengthen the relevance of learning to industry needs. However, the effectiveness of PjBL still faces challenges, particularly in terms of limited facilities, teacher readiness, and curriculum alignment with industry demands. This study concludes that PjBL has strong strategic potential in supporting the work readiness of vocational high school graduates, but requires systemic support and strong synergy with the industrial sector. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian Project Based Learning (PjBL) dalam pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta implikasinya terhadap kesiapan kerja lulusan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur (literature review) dengan menganalisis 30 artikel ilmiah yang diterbitkan dalam rentang tahun 2020–2025 dari berbagai basis data jurnal. Hasil kajian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam publikasi penelitian PjBL yang disertai dengan pergeseran fokus kajian, dari yang semula menitikberatkan pada hasil belajar akademik menuju pengembangan keterampilan kerja dan employability siswa. Implementasi PjBL terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis serta soft skills (berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi) yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan kesiapan kerja lulusan dari kategori rendah menjadi sangat baik. Tren terkini juga menunjukkan dominasi integrasi PjBL dengan pendekatan lain seperti STEM dan teaching factory untuk memperkuat relevansi pembelajaran dengan kebutuhan dunia industri. Meskipun demikian, efektivitas PjBL masih menghadapi kendala pada aspek keterbatasan fasilitas, kesiapan guru, dan penyelarasan kurikulum dengan industri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PjBL memiliki potensi strategis dalam mendukung kesiapan kerja lulusan SMK, namun memerlukan dukungan sistemik dan sinergi yang kuat dengan dunia industri.
Dampak Teaching Factory Dalam Meningkatkan Keterampilan Kewirausahaan Siswa Bidang Keahlian Teknologi Informasi Moh. Rizky Dwi Jayanto; Asfadavy Aulia Atmadja; Adela Ferdyar; Gerald Septerio Hendrik; Nor Nor; Window Harnanta Prasetia Putra; Mohammad Wildan Habibi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8592

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak Teaching Factory (Tefa) terhadap peningkatan kompetensi kewirausahaan siswa Program Keahlian Teknologi Informasi di SMK melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis dengan tiga tahapan seleksi: identifikasi, screening, dan eligibility, yang menghasilkan 39 artikel final dari lebih dari 1.690 kandidat awal yang bersumber dari Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2011–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa Tefa terbukti memberikan dampak positif dan signifikan terhadap kompetensi kewirausahaan siswa melalui empat proses inti, yaitu manajemen, produksi, pemasaran, dan evaluasi, yang terintegrasi dalam satu ekosistem pembelajaran autentik berbasis produksi nyata. Pada Program Keahlian Teknologi Informasi, khususnya Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Tefa berperan sebagai inkubator kewirausahaan digital yang mendorong siswa menghasilkan produk digital bernilai jual, meningkatkan efikasi diri, membangun karakter profesional, serta memperkuat kesiapan kerja dan berwirausaha secara mandiri. Integrasi teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan dan platform digital ke dalam ekosistem Tefa terbukti meningkatkan pemahaman siswa hingga 85% dan menyelaraskan kompetensi mereka dengan tuntutan industri digital. Efektivitas Tefa sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola, kompetensi guru, kecukupan sarana prasarana, dan kesinambungan kolaborasi sekolah-industri. Penelitian ini merekomendasikan penguatan Tefa sebagai inti ekosistem belajar, bukan sekadar program pelengkap, guna mewujudkan lulusan SMK Keahlian Teknologi Informasi yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga berjiwa wirausaha digital yang tangguh dan adaptif.
Studi Literatur: Integrasi Kemampuan Berpikir Kritis Dalam Kurikulum Pendidikan Kejuruan Pada Industry 4.0 Dan Era Society 5.0 Ahmad Farel Firmansyah; Salman Al Farisi; Moch. Renaldhi Ardiansyah; Songsong Blabar Rahmadani; Wahyu Djati Kesumo; Mohammad Wildan Habibi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8893

Abstract

Era Society 5.0 dan Industri 4.0 menuntut lulusan pendidikan kejuruan memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Namun, kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat ini masih cenderung berfokus pada penguasaan keterampilan teknis dan metode hafalan, sehingga belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha dan industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi integrasi kemampuan berpikir kritis dalam kurikulum pendidikan kejuruan pada era Industry 4.0 dan Society 5.0. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran artikel ilmiah pada database Google Scholar, ScienceDirect, ResearchGate, dan Neliti dengan rentang tahun publikasi 2020–2026. Dari hasil penelusuran diperoleh 23 artikel yang relevan dan dianalisis secara sistematis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kemampuan berpikir kritis dapat dilakukan melalui penerapan model pembelajaran aktif seperti Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), Discovery Learning, dan pendekatan kognitif terstruktur. Selain itu, integrasi teknologi digital seperti Augmented Reality (AR), Internet of Things (IoT), flipbook, coding, dan Artificial Intelligence (AI) juga terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMK. Meskipun demikian, implementasi masih menghadapi kendala berupa rendahnya literasi digital guru, keterbatasan fasilitas, dan belum optimalnya integrasi berpikir kritis dalam kurikulum. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, serta dukungan infrastruktur digital yang memadai agar pendidikan kejuruan lebih relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
EVALUASI DAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KOMPETENSI TKJ DI SMKN 1 SAMBENG Mohammad Wildan Habibi; Yusuf Arif Rahman; Briant Tedja; Julio Anggara Putra; Rafi Fernandika Putra Tweede; Muhammad Zaky Ardiansyah; Muh Yanuar Ismail Akbar
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i2.10139

Abstract

  Vocational competency assessment in vocational high schools (SMK) plays a strategic role in ensuring graduates' readiness to enter the workforce; however, the quality of assessment instruments used is often not scientifically standardized. Without systematic validation, assessment instruments risk producing biased competency data that cannot be scientifically justified, leading to inaccurate decisions regarding student graduation and certification. This issue becomes particularly critical in the context of SMK especially in the Computer and Network Engineering (TKJ) program as assessments are practice-based, involving complex rubrics that are highly susceptible to rater subjectivity. This study aims to evaluate the validity and reliability of the TKJ assessment instrument at SMKN 1 Sambeng and to design a new instrument based on the evaluation findings. A quantitative approach with an instrument validation design was employed through three phases: (1) content validation by five experts using Aiken's V, (2) empirical reliability testing on 30 students using Cronbach’s Alpha along with item-total correlation analysis as evidence of internal consistency significance, and (3) design and re-evaluation of the new instrument. The results indicate that the original instrument had content validity at the minimum threshold (CVI = 0.82), with six aspects falling below the V ≥ 0.75 cutoff, and inadequate reliability (α = 0.502). The newly designed instrument featuring balanced scoring weights (5 points per sub-aspect) and a three-level discrete descriptor system (0/3/5) demonstrated significant improvement: CVI = 0.94 and Cronbach’s Alpha = 0.844 (categorized as Very High), with all item-total correlations exceeding 0.65, indicating statistically strong internal consistency. This study carries practical implications for teachers and vocational schools: the validated instrument can be directly adopted as a fair and standardized reference for TKJ practical assessments, while simultaneously serving as a replicable validation procedure model applicable to other vocational programs within SMK. ABSTRAK Penilaian kompetensi kejuruan di SMK memegang peran strategis dalam menjamin kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, namun kualitas instrumen yang digunakan kerap belum terstandarisasi secara ilmiah. Tanpa validasi sistematis, instrumen penilaian berisiko menghasilkan data kompetensi yang bias dan tidak dapat dipertanggungjawabkan, sehingga keputusan kelulusan maupun sertifikasi siswa menjadi tidak akurat. Konteks SMK khususnya program Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) menjadikan persoalan ini semakin krusial karena penilaian bersifat praktik dengan rubrik yang kompleks dan rentan terhadap subjektivitas penilai. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi validitas dan reliabilitas instrumen penilaian TKJ di SMKN 1 Sambeng, serta merancang instrumen baru berdasarkan temuan evaluasi. Pendekatan kuantitatif dengan desain validasi instrumen digunakan melalui tiga fase: (1) validasi konten oleh lima ahli menggunakan Aiken's V, (2) uji reliabilitas empiris terhadap 30 siswa menggunakan Cronbach’s Alpha beserta uji korelasi item-total sebagai bukti signifikansi konsistensi internal, dan (3) perancangan serta evaluasi ulang instrumen baru. Hasil menunjukkan instrumen lama memiliki validitas konten di batas minimum (CVI = 0,82) dengan enam aspek di bawah ambang batas V ≥ 0,75, serta reliabilitas yang belum memadai (α = 0,502). Instrumen baru yang dirancang dengan bobot seimbang (5 poin per sub-aspek) dan deskriptor diskret tiga level (0/3/5) menghasilkan peningkatan signifikan: CVI = 0,94 dan Cronbach’s Alpha = 0,844 (kategori Sangat Tinggi), dengan seluruh korelasi item-total di atas 0,65 yang mengindikasikan konsistensi internal yang kuat secara statistik. Penelitian ini memberi implikasi praktis bagi guru dan sekolah kejuruan: instrumen tervalidasi dapat langsung diadopsi sebagai acuan penilaian praktik TKJ yang adil dan terstandar, sekaligus menjadi model prosedur validasi yang dapat direplikasi pada program keahlian lain di SMK.
ANALISIS KOMPARATIF EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN SIMULASI JARINGAN DAN PRAKTIKUM LANGSUNG PADA MATA PELAJARAN JARINGAN KOMPUTER DI SMKS DHARMA BAHARI SURABAYA Mohammad Wildan Habibi; Nadya Atiqah Adha; Teresa Panggabean; Fairuz Salsabila; Mochammad Zakky Wildan Firdaus; Ainur Rofiq; Dennis Kiftirul Azis; Rafi Putra Bagus Riadi
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i2.11117

Abstract

Computer network learning in vocational high schools requires methods that can develop both students' conceptual understanding and practical skills. Although network simulation and direct practicum methods have been widely studied separately, research that explicitly compares the effectiveness of both within a single comparative design in a vocational school context remains limited. This study aims to analyze the differences in effectiveness between network simulation and direct practicum learning methods in computer network subjects at SMKS Dharma Bahari Surabaya. The study employed a quantitative method with a comparative approach involving 55 respondents using validated and reliable questionnaire instruments. Hypothesis testing results indicate no significant difference in effectiveness between the two methods, demonstrating that both are equivalent in supporting students' conceptual understanding and practical skills. These findings imply that teachers can integrate network simulation and direct practicum in a complementary manner: simulation is optimized for concept introduction and virtual configuration practice, while direct practicum is focused on developing real technical skills and industry work readiness. This integrative approach is particularly relevant for schools with limited infrastructure, as network simulation has proven capable of producing equivalent learning effectiveness without depending on complete hardware availability. ABSTRAK Pembelajaran jaringan komputer di SMK membutuhkan metode yang mampu mengembangkan pemahaman konsep sekaligus keterampilan praktik siswa. Meskipun metode simulasi jaringan dan praktikum langsung telah banyak dikaji secara terpisah, penelitian yang secara eksplisit membandingkan efektivitas keduanya dalam satu desain komparatif pada konteks SMK masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektivitas antara metode pembelajaran simulasi jaringan dan praktikum langsung pada mata pelajaran jaringan komputer di SMKS Dharma Bahari Surabaya. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif terhadap 55 responden melalui instrumen kuesioner yang telah teruji valid dan reliabel. Hasil uji hipotesis menunjukkan tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua metode, sehingga keduanya terbukti setara dalam mendukung pemahaman konsep dan keterampilan praktik siswa. Temuan ini berimplikasi bahwa guru dapat mengintegrasikan simulasi jaringan dan praktikum langsung secara terpadu: simulasi dioptimalkan untuk pengenalan konsep dan latihan konfigurasi virtual, sementara praktikum langsung difokuskan pada pembentukan keterampilan teknis nyata dan kesiapan kerja industri. Pendekatan integratif ini relevan khususnya bagi sekolah dengan keterbatasan sarana prasarana, karena simulasi jaringan terbukti mampu menghasilkan efektivitas pembelajaran yang setara tanpa bergantung pada kelengkapan perangkat keras.
Studi Literatur: Analisis Strategi Hubungan Konsentrasi Keahlian Teknik Jaringan Komputer Dengan Industri Aksin Nurhidayah; Ardandi Ilham Aryatama; Dede Aulia’ Annisa Putri; Harun Alrosyid; Mifdatul Inayah; Muhammad Faishal Hidayat; Mohammad Wildan Habibi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.610

Abstract

Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) konsentrasi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) saat ini menghadapi tantangan besar untuk memiliki kesiapan kerja yang selaras dengan dinamika industri digital yang berkembang pesat. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis secara sistematis berbagai strategi hubungan antara konsentrasi keahlian TKJ dengan dunia industri guna meningkatkan mutu pendidikan vokasi. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review) terhadap 31 artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2016–2025. Data dianalisis menggunakan model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan untuk merumuskan sintesis strategi kemitraan yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat domain strategi utama, yaitu: optimalisasi manajemen Praktik Kerja Lapangan (PKL) melalui pendekatan adaptif Problem Driven Iterative Adaptation (PDIA), implementasi Teaching Factory (TeFa) untuk mentransformasi sekolah menjadi lingkungan kerja nyata, integrasi sertifikasi kompetensi internasional seperti MikroTik (MTCNA) untuk keunggulan kompetitif, serta penguatan kompetensi guru produktif melalui magang industri. Strategi integratif ini terbukti mampu meningkatkan kesiapan hardskill, soft skill, dan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi standar kebutuhan industri terbaru. Disimpulkan bahwa sinergi strategis yang fleksibel dan terukur antara SMK dan industri merupakan instrumen krusial dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, kompetitif, dan adaptif terhadap evolusi teknologi informasi.
Analisis Efektivitas Praktek Kerja Lapangan (PKL) Dalam Meningkatkan Kesiapan Kerja Siswa SMK Pada Bidang Teknologi Informasi Mohammad Wildan Habibi; Ahmad Khadik; Lita Yuesti; Ergy Fawnia; Iqbal Permana
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.618

Abstract

PKL hadir sebagai bentuk pendidikan di luar lingkungan sekolah guna memberikan pengalaman nyata bagi siswa, terutama pada jurusan Teknologi Informasi di jenjang SMK. Atas dasar tersebut, penting untuk menganalisis efektivitas pelaksanaannya dalam meningkatkan kesiapan kerja siswa agar dapat memberikan rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas PKL berdasarkan studi literatur tanpa melakukan penelitian langsung. Melalui tinjauan pustaka dari berbagai sumber ilmiah yang relevan. Perencanaan PKL mencakup beberapa aspek penting, antara lain tujuan lembaga mitra, perjanjian kerja sama, kegiatan orientasi, keselarasan program dengan kompetensi keahlian di bidang Teknologi Informasi terutama pada bidang Multimedia, Teknik Komputer dan Jaringan, maupun Rekayasa Perangkat Lunak, serta kesiapan siswa yang meliputi kemampuan teknis, kemauan belajar, pengendalian emosi, keterampilan berpikir kritis, kemampuan beradaptasi, dan motivasi untuk berkembang. Implementasi PKL melibatkan kedisiplinan, kerja sama tim, inisiatif, tanggung jawab, etika kerja, proses bimbingan oleh pembimbing industri maupun sekolah, serta dokumentasi kegiatan yang sistematis.
Co-Authors Achmad Khoirun Ni’am Aljunaidi Adela Ferdyar Adena Fitria Nadya Jasmine Afif Amarranda Saragih Afifah Nur Hidayanti Agung Wahyu Niti Wijaya Ahmad Dziqro Attayyu Setio Damar' Ahmad Farel Firmansyah Ahmad Fikri Faqihuddin Ahmad Khadik Ainur Rofiq Aisyah Lintang Zakiyya Arby Aksin Nurhidayah Alifia Deandita Amir Alvin Nurwahyudi Amaliya Izzah Ramadhani Arafina A’zzahra Ardandi Ilham Aryatama Ardya Resita Pramesti Cahya Cipta Anggraini Arjuna Jamihadi Aryawangi Rahmawanto Asfadavy Aulia Atmadja Ayu Aisyah Fatimatusyahra Ayu Naila Fajarwati Azhar Maulana Dzaki Rizqullah Berlian Ananda Apriliana Bhamana Artantyo Briant Tedja Bunga Aulia Putri Maharani Claria Privana Ratna Wati Dede Aulia’ Annisa Putri Dennis Kiftirul Azis Diella Amalia Edwyn Wahyu Prasetya Ergy Fawnia Evan Rasyid Nandana Iswara Fairuz Salsabila Faiza Yasmine Butsaina Faizal Alwalliyu Rizki Fitri Romadhona Genta Anugrah Firdaus Georedy Hermawan Pratama Gerald Septerio Hendrik Harun Alrosyid Husna Lathifunisa Arif I Gusti Lanang Putra Eka Prismana Intan Dwi Febrianti Iqbal Permana Irsya Hadirrosyid Ivhan Afika Prila Julio Anggara Putra Kalista Misioneri Br Barus Kent Reivan Arryan Bima La Reassa Revita Salma Lazuardi Syahrul Ramadhan Lita Yuesti Martini Dwi Endah Susanti Meysell Naufal Reswara Mifdatul Inayah Moch. Pandu Wicaksono Moch. Renaldhi Ardiansyah Mochammad Ardian Putra Prayoga Mochammad Zakky Wildan Firdaus Moh. Fairus Heriawan Moh. Rizky Dwi Jayanto Muh Yanuar Ismail Akbar Muhammad Azizul Hakim Muhammad Dwikarama Fanda Muhammad Dwikarama Zulis Fanda Muhammad Faishal Hidayat Muhammad Faiz Risqullah Ramadhan Muhammad Faizal Zain Muhammad Iqbal Alamsyah Muhammad Nur Rafi Muhammad Salik El Dawamudz Dzikri Muhammad Zaini Rochman Muhammad Zaky Ardiansyah Muhammed Nabil Ghulam Marzouk Nour El Ein Nadia Falisha Aaleyah Nadia Ni'amah Nadila Nurul Aini Nadya Atiqah Adha Nafa Ur Roisatu Rohmah Nandana Ardhani Nayla Najma Arifin Nor Nor Nova Salwa Safitri Nur Farida Pinggan Marinda Yuwana Rafi Fernandika Putra Tweede Rafi Putra Bagus Riadi Raga Deva Bela Negara Rahma Dwi Aprilliani Refida Muflichuna Rika Ichsani Azzahra Rindu Puspita Wibawa Rivan Dwi Prayoga Rizki Suci Rahmawati Rizky Ainur Ridho Roihana Lathifatunnabila Salman Al Farisi Savana Putra Aditama Sekar Danutri Hamdala Sheyla Nanda Azizah Songsong Blabar Rahmadani Syauqiyah Syifa Martina Putri Tasnim Mahmudatur Riza Teresa Panggabean Varsaretha Najmi Rohadatulaisyi Wafa Kasyifa Al Izza Wahid Arya Fikriyansyah Wardhana Wahyu Djati Kesumo Window Harnanta Prasetia Putra Yusuf Arif Rahman Zuhrifal Ridwan Muttaqin