Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN TES HOTS BERBANTUAN WAYGROUND PADA ELEMEN TEKNIK DASAR AKTIVITAS PERKANTORAN DI BIDANG MPLB Rifda Mufida Hidayati; Fitriana Rahmawati
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.11319

Abstract

The deficit in students' Higher Order Thinking Skills (HOTS) within vocational education persists as a challenge in learning evaluation, particularly in the basic office activity techniques element. Assessment tools currently used are predominantly configured toward lower-order cognition and lack of digital media optimization. Furthermore, studies examining Wayground-assisted HOTS assessment tools within the Office Management and Business Services (MPLB) program remain scarce. This Research and Development (R&D) study, utilizing the 4D model (define, design, develop, disseminate), aimed to develop a valid, reliable, and interactive HOTS-based assessment instrument assisted by Wayground. The subjects were 40 tenth-grade students of MPLB at SMK PGRI 2 Sidoarjo. Data were gathered via interviews, expert validation sheets, and trials, then analyzed using Anates V4.0.2 to evaluate validity, reliability, difficulty level, discrimination index, and distractor effectiveness. The outcomes demonstrated that the Wayground-assisted tool achieved a highly feasible designation and fulfilled valid and reliable criteria. Most items exhibited moderate difficulty with good discrimination power, making them effective for evaluation. Meanwhile, the measurement of students' HOTS fell into the good category. Consequently, this Wayground-backed framework is recommended as an interactive and systematic alternative to optimize evaluation while nurturing students' critical thinking. ABSTRAK Problematika rendahnya kecakapan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) siswa pada pendidikan vokasi masih menjadi hambatan dalam evaluasi pembelajaran, khususnya pada elemen teknik dasar aktivitas perkantoran. Perangkat penilaian yang digunakan pendidik umumnya masih berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat rendah dan belum mengoptimalkan media digital. Di sisi lain, riset mengenai instrumen HOTS berbasis aplikasi Wayground pada kompetensi Keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) masih sangat terbatas. Penelitian Research and Development (R&D) menggunakan model 4D (define, design, develop, disseminate) ini bertujuan menghasilkan instrumen penilaian berbasis HOTS berbantuan Wayground yang valid, reliabel, dan interaktif. Uji coba dilakukan terhadap 40 siswa kelas X MPLB di SMK PGRI 2 Sidoarjo. Data dihimpun melalui wawancara, kuesioner validasi ahli, dan uji coba instrumen, yang kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak Anates V4.0.2 untuk mengukur validitas, reliabilitas, indeks kesukaran, daya pembeda, serta efektivitas pengecoh. Hasil riset menunjukkan bahwa instrumen berbasis Wayground ini masuk dalam kualifikasi sangat layak serta memenuhi standar validitas dan reliabilitas yang tinggi. Mayoritas butir soal memiliki tingkat kesulitan moderat dengan daya pembeda yang proporsional sehingga efektif untuk evaluasi. Sementara itu, pengukuran capaian HOTS siswa berada pada kategori baik. Dengan demikian, perangkat asesmen berbantuan Wayground ini direkomendasikan sebagai alternatif evaluasi pembelajaran yang interaktif, sistematis, dan mampu menstimulasi nalar kritis siswa.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BUKU SAKU DIGITAL MATERI RAPAT PERTEMUAN KELAS XI MANAJEMEN PERKANTORAN Mia Damayanti; Fitriana Rahmawati
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.13220

Abstract

ABSTRACT The limited use of digital teaching materials in the Meeting Management course has caused students to rely heavily on conventional learning resources that are less flexible and do not adequately support independent learning. This study aimed to develop and evaluate the feasibility of a Google Sites-based digital pocketbook for the Meeting Management course. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, consisting of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The participants were 37 eleventh-grade students of the Office Management Program at SMKN 1 Lamongan. Product feasibility was assessed through expert validation involving material, language, and graphic design experts, followed by small-group and field trials. The validation results showed feasibility scores of 90.9% for content, 88.0% for language, and 93.3% for graphic design, all categorized as highly feasible. Student responses reached 81.4% in the small-group trial and 84.5% in the field trial, both classified as highly feasible. These findings indicate that the Google Sites-based digital pocketbook is feasible as a teaching material because it is practical, accessible, engaging, and supports more flexible learning in the Meeting Management course. ABSTRAK Keterbatasan penggunaan bahan ajar digital pada mata pelajaran Pengelolaan Rapat Pertemuan menyebabkan peserta didik masih bergantung pada bahan ajar konvensional yang kurang fleksibel dan belum sepenuhnya mendukung pembelajaran mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji kelayakan buku saku digital berbasis Google Sites pada materi Pengelolaan Rapat Pertemuan. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek penelitian adalah 37 peserta didik kelas XI Manajemen Perkantoran 2 SMKN 1 Lamongan. Kelayakan produk dinilai melalui validasi oleh ahli materi, ahli bahasa, dan ahli grafik, kemudian diimplementasikan melalui uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan. Hasil validasi menunjukkan persentase kelayakan sebesar 90,9% pada aspek materi, 88,0% pada aspek bahasa, dan 93,3% pada aspek grafik dengan kategori sangat layak. Respons peserta didik pada uji coba kelompok kecil memperoleh persentase 81,4%, sedangkan uji coba lapangan mencapai 84,5%, yang keduanya termasuk kategori sangat layak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa buku saku digital berbasis Google Sites layak digunakan sebagai bahan ajar karena praktis, mudah diakses, menarik, dan mampu mendukung pembelajaran yang lebih fleksibel pada mata pelajaran Pengelolaan Rapat Pertemuan.
Pengaruh Locus of Control, Regulasi Diri, dan Motivasi Belajar terhadap Prokrastinasi Akademik pada Siswa Manajemen Perkantoran Cindy Dwi Cahyaningrum; Fitriana Rahmawati
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh locus of control, regulasi diri, dan motivasi belajar terhadap prokrastinasi akademik pada siswa Manajemen Perkantoran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Manajemen Perkantoran yang berjumlah 183 siswa. Sampel sebanyak 126 Responden siswa yang ditentukan melalui teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket dengan Skala Likert. Uji instrumen meliputi uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Locus of control menjadi variabel yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap prokrastinasi akademik siswa. Berdasarkan hasil uji hipotesis pada taraf signifikan α = 0,05, diperoleh t tabel= 1,657 sehingga t hitung > t tabel dan H₀ ditolak serta Hₐ diterima. Dengan demikan dapat disimpulkan bahwa locus of control, regulasi diri dan motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap prokrastinasi akademik, baik secara parsial maupun simultan.