Eva Nur Rohmah
Universitas Trunodjoyo Madura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA DIORAMA LINGKUNGAN ALAM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS III SDN BANYUAJUH 4 Yudha Aldetya Fanda Febriarta; Andika Adinanda Siswoyo; Eva Nur Rohmah; Zulfia Mega Kalista; Fahriz Anam Wijaya
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.11440

Abstract

This study was motivated by the low learning outcomes of third-grade students at SDN Banyuajuh 4 in the subject of Natural and Social Sciences (IPAS), particularly on the topic of life cycles of living organisms. The problem was identified as stemming from the predominance of conventional teaching methods in classroom instruction and the limited availability of learning media capable of adequately representing scientific concepts. Although numerous studies have examined the Problem-Based Learning (PBL) model and diorama media, these two aspects have generally been investigated separately. Their integration within the context of IPAS instruction at the elementary school level has received relatively limited attention in the existing literature. Therefore, this study seeks to address this research gap by combining both approaches in a single instructional framework. The objective of this study was to improve students’ learning outcomes through the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model integrated with natural environment diorama media. This research employed a Classroom Action Research (CAR) approach based on the Kemmis and McTaggart model, conducted over two action cycles. The research participants consisted of nine third-grade students. Data were collected through learning achievement tests, observation sheets, and documentation of learning activities. The findings revealed a consistent improvement in students’ learning outcomes across each cycle of implementation. The percentage of classical learning mastery in the pre-cycle stage was only 22.2%, which subsequently increased in Cycle I and reached 88.9% in Cycle II, exceeding the predetermined success indicator threshold of 80%. These results indicate that the integration of the PBL model with three-dimensional concrete media has the potential to serve as an effective instructional strategy for enhancing the quality of IPAS learning in elementary schools. Furthermore, the findings may provide valuable guidance for educators in designing learning experiences that are more active, meaningful, and aligned with students’ cognitive developmental characteristics. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik kelas III SDN Banyuajuh 4 pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), khususnya pada pokok bahasan siklus hidup makhluk hidup. Permasalahan tersebut diidentifikasi bersumber dari dominasi metode pembelajaran konvensional dalam kegiatan belajar mengajar serta keterbatasan ketersediaan media pembelajaran yang mampu merepresentasikan konsep secara memadai. Meskipun kajian mengenai model Problem Based Learning (PBL) maupun media diorama telah cukup banyak dilakukan, kedua aspek tersebut pada umumnya dikaji secara terpisah. Pengintegrasian keduanya dalam konteks pembelajaran IPAS di jenjang sekolah dasar masih relatif jarang mendapat perhatian dalam literatur penelitian, sehingga penelitian ini hadir sebagai upaya untuk mengisi kesenjangan kajian yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model PBL yang diintegrasikan dengan pemanfaatan media diorama lingkungan alam. Pendekatan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengacu pada model Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. Subjek penelitian terdiri atas 9 peserta didik kelas III, dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui instrumen tes hasil belajar, lembar observasi, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian memperlihatkan peningkatan yang konsisten pada setiap tahapan siklus yang dilaksanakan. Persentase ketuntasan belajar klasikal pada tahap pra-siklus hanya berada di angka 22,2%, kemudian mengalami kenaikan pada siklus I, dan pada siklus II berhasil mencapai 88,9%, sehingga melampaui ambang batas indikator keberhasilan yang telah ditetapkan sebesar 80%. Capaian ini mengindikasikan bahwa integrasi model PBL dengan media konkret tiga dimensi berpotensi menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Selain itu, temuan penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi para pendidik dalam merancang pengalaman belajar yang lebih aktif, bermakna, dan selaras dengan karakteristik perkembangan kognitif peserta didik.