Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan bank Bank pada Bank Umum Milik Negara (BUMN) pada tahun 2018-2022 dengan menggunakan metode CANELS (Capital, Asset Quality, Management, Earning, Liquidity, dan Sensitivity to Market Risk). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah tingkat kesehatan bank yang diukur dengan menggunakan metode CAMELS yang ditetapkan sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/23/DNP tanggal 31 Mei 2004 tentang penilaian Kesehatan Bank Umum. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah laporan keuangan bank BUMN pada periode tahun 2018-2022. Hasil penelitian tingkat kesehatan Bank Umum Milik Negara (BUMN) pada tahun 2018-2022 menunjukkan bahwa BRI, BNI, BTN, dan Bank Mandiri melalui aspek Capital dengan rasio CAR dinilai sangat sehat. Bank BRI, dan BNI pada aspek Asset dengan rasio KAP dinilai cukup sehat sedangkan Bank BTN dan Bank Mandiiri Kurang Sehat. Bank BRI, BTN, dan Bank Mandiri pada aspek Management dengan rasio NPM dinilai cukup sehat, sedangkan Bank BNI dinilai tidak sehat. Bank BRI, BNI, dan Bank Mandiri pada aspek Earning dengan rasio ROA dinilai sangat sehat, sedangkat Bank BTN dinilai kurang sehat. Bank BRI, BNI, dan Bank Mandiri pada aspek Liquidity dengan rasio LDR dinilai cukup sehat, sedangkat Bank BTN dinilai kurang sehat. Bank BRI, BTN, dan Bank Mandiri pada aspek Sensitivity to Market Risk dengan rasio IER dinilai sehat, sedangkan Bank BNI dinilai kurang sehat. Kata Kunci : Kesehatan Bank, Capital, Asset Quality, Management, Earning, Liquidity, dan Sensitivity to Market Risk