Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penerapan Qanun Jinayat Terhadap Tindak Pidana Zina Di Aceh Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Nasional Cut Junaida; Vari Ardila; Novi Navita; Rahma Dewi; Ismalina Ismalina; Sumardi Efendi
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2026): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v3i2.566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Qanun Jinayat terhadap tindak pidana zina di Aceh dalam perspektif hukum Islam dan hukum nasional Indonesia. Keberadaan Aceh sebagai daerah otonomi khusus yang memiliki kewenangan untuk menerapkan syariat Islam melalui Qanun Jinayat menimbulkan dinamika dalam sistem hukum nasional, khususnya terkait pluralisme hukum. Permasalahan dalam penelitian ini meliputi penerapan sanksi zina dalam Qanun Jinayat, kesesuaiannya dengan prinsip hukum Islam, serta harmonisasinya dengan hukum nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual.Data diperoleh melalui studi kepustakaan yang mencakup bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qanun Jinayat telah mengadopsi prinsip hukum Islam, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala seperti pembuktian, perbedaan interpretasi, dan kritik dari perspektif hak asasi manusia. Selain itu, terdapat potensi disharmonisasi dengan hukum nasional, khususnya terkait asas legalitas dan kesetaraan hukum. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi yang komprehensif agar penerapan Qanun Jinayat dapat berjalan efektif, adil, dan tidak bertentangan dengan prinsip hukum nasional.
From classical qadzaf to digital defamation: an Islamic legal perspective on reputation protection Vari Ardila; Cut Junaida; Novi Navita; Rahma Dewi; Ismalina Ismalina; Sumardi Efendi; Muflihatul Fauza
INTEGRATION: Journal of Multidisciplinary Studies Vol. 1 No. 2 (2026): INTEGRATION: Journal of Multidisciplinary Studies - August
Publisher : SCM PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65881/integration.v1i2.98

Abstract

Purpose: to analyze the concept of qadzaf in Islamic law and examine its relevance as a normative framework for protecting reputation in the context of digital defamation. Method: this study employs a qualitative normative legal research method, drawing on secondary data from Islamic legal texts and academic literature. The data are analyzed descriptively and comparatively to examine the concept of qadzaf and its relevance to digital defamation and Indonesian positive law. Findings: qadzaf is not only a legal category of false accusation of zina in Islamic law but also a broader principle for protecting human dignity and reputation. In the digital era, its values are relevant to addressing online defamation, emphasizing verification of information, and preventing harm to individuals’ reputations. The study also finds a substantive alignment between qadzaf and Indonesian positive law regarding the protection of honor, although they differ in their legal mechanisms and sanctions. Implications: the principles of qadzaf can serve as an ethical and normative framework for strengthening reputation protection in digital communication. Originality: lies in its reinterpretation of qadzaf beyond its classical scope as a hudud offense of false accusation of zina, positioning it instead as a broader normative framework for protecting reputation in the digital era. It further contributes by linking Islamic legal principles with contemporary issues of digital defamation and exploring their relevance within Indonesian positive law.