Muhammad Nasir
Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN KIT FISIKA BERBASIS ETNOFISIKA MENGGUNAKAN ALAT TRADISIONAL MELAYU RIAU Fakhruddin Z; Muhammad Nasir; Dios Sarkity; Naila Fauza; Parlan; Siti Luthfiyah Mawaddah; Adinda Quratul Aini
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i2.64852

Abstract

Penelitian pengembangan Kotak Instrumen Terpadu (KIT) berbasis Etnofisika dengan alat tradisional Riau untuk mengintegrasikan fisika dan kearifan budaya Melayu. Fokusnya adalah meningkatkan pendidikan fisika yang kontekstual dan bermakna. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan pemahaman mereka terhadap fisika serta warisan budaya melalui pendekatan kontekstual dan praktis. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation, (ADDIE), yang berfokus pada pengembangan KIT pembelajaran berbasis etnofisika untuk pelajaran IPA SMP pada materi Usaha, Energi, dan Pesawat Sederhana. Penelitian akan dilakukan di Laboratorium Pendidikan Fisika FKIP Universitas Riau dan SMPN 23 Pekanbaru selama tahun ajaran 2024/2025. KIT akan melalui proses validasi oleh validator ahli serta uji kepraktisan bersama tiga guru IPA dan 35 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik KIT IPA berbasis Etnofisika maupun LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) dinyatakan dengan teknik pengumpulan data validitas menggunakan dua alat, yaitu LKPD dan alat penilaian lainnya, sementara praktikalitas diukur dengan LKPD dan alat evaluasi praktikalitas.dengan skor di atas 3 untuk semua kriteria, dalam rentang 2,88 ≤ skor ≤ 4,00. Namun, disarankan untuk meningkatkan pemahaman konsep dasar saat menggunakan KIT guna lebih mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini bermanfaat meningkatkan pemahaman fisika secara kontekstual dan melestarikan budaya Melayu Riau. KIT etnofisika valid dan praktis, mendukung pembelajaran bermakna bagi siswa.
Pemanfaatan Limbah Organik menjadi Insektisida Ramah Lingkungan melalui Teknologi Pembakaran Bebas Asap di Desa Sumber Sari, Kab. Kampar Erman Taer; Muhammad Nasir; Minarni; Erwin; Awaludin Martin; Julnaidi; Rika; Vira Friska; Apriwandi
BATOBO: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1: BATOBO: Juni 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/batobo.4.1.17-27

Abstract

Desa Sumber Sari, Kabupaten Kampar, merupakan salah satu wilayah pertanian yang masih menghadapi permasalahan berupa serangan hama tanaman, ketergantungan petani terhadap insektisida kimia, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah organik dari aktivitas pertanian dan rumah tangga. Kondisi ini mendorong perlunya alternatif teknologi sederhana berbasis sumber daya lokal yang ramah lingkungan, murah, dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi pembakaran sampah bebas asap dalam mengkonversi limbah organik menjadi insektisida alami di Desa Sumber Sari, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-terapan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, perancangan alat sederhana berbasis prinsip pirolisis, pelatihan produksi asap cair, serta pendampingan aplikasi di lahan pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proses pembakaran terkendali mampu menghasilkan cairan kondensat dengan karakteristik menyerupai wood vinegar, yang mengandung senyawa asam organik dan fenolik dengan potensi insektisida. Variasi frekuensi pembakaran mempengaruhi kualitas produk, di mana kondisi optimum diperoleh pada pH 4–5 yang sesuai untuk aplikasi pertanian setelah pengenceran. Selain menghasilkan produk fungsional, kegiatan ini juga meningkatkan kapasitas teknis petani dalam mengelola limbah biomassa secara mandiri. Implementasi teknologi ini berkontribusi terhadap pengurangan limbah, penurunan emisi dari pembakaran terbuka, serta penguatan praktik pertanian berkelanjutan di tingkat lokal.