Muh. Natsir Siola
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KOSMOLOGI PENCIPTAAN DALAM DISKURSUS SAINS DAN AGAMA: Analisis Epistemologis terhadap Teori Emanasi Al-Farabi, Konsep Nur Muhammad, dan Kosmologi Big Bang SUMARNI Sumarni; Abdullah Abdullah; Muh. Natsir Siola
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji persoalan asal-usul penciptaan alam semesta dengan menempatkannya dalam dialog antara pemikiran Islam klasik dan kosmologi modern. Fokus pembahasan diarahkan pada teori emanasi Al-Farabi, konsep Nur Muhammad dalam tradisi tasawuf Islam, serta relevansinya dengan teori Big Bang dalam sains kontemporer. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana masing-masing kerangka pemikiran tersebut menjelaskan relasi antara Tuhan sebagai sebab pertama dengan realitas kosmik yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), melalui analisis komparatif terhadap sumber-sumber filsafat Islam, tasawuf, dan literatur kosmologi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori emanasi Al-Farabi dan konsep Nur Muhammad sama-sama menegaskan prinsip sumber tunggal penciptaan, namun berbeda dalam landasan epistemologisnya, di mana teori emanasi bertumpu pada rasionalitas filosofis, sedangkan konsep Nur Muhammad menekankan dimensi spiritual dan intuisi. Sementara itu, teori Big Bang menjelaskan asal-usul alam semesta melalui pendekatan empiris tanpa memasuki wilayah metafisis, namun tetap membuka ruang dialog dengan filsafat dan teologi. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara filsafat, tasawuf, dan sains memungkinkan terbentuknya pemahaman kosmologi yang lebih komprehensif, rasional dalam argumentasi, mendalam dalam makna spiritual, dan kuat dalam pembuktian empiris, sekaligus menunjukkan relevansi pemikiran Islam klasik dalam diskursus kosmologi modern.