Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penggunaan Teknologi sebagai Alat, Media, dan Praktik Sosial di Sekolah Dian Harapan XYZ: Pandangan Komunitas dan Peran Misi Sekolah Stelly Sumual; Lusiana Idawati
Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran Vol 4 No 3 (2024): Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP)
Publisher : ELRISPESWIL - Lembaga Riset dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiepp.v4i3.532

Abstract

Era perkembangan teknologi yang pesat ini, mengharuskan sekolah untuk mengambil langkah antisipatif yang cepat untuk mempersiapkan dirinya dalam mengikuti arus perkembangan agar nilai-nilai yang diyakini oleh sekolah tidak bergeser dengan kehadiran teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sekolah memandang teknologi sehubungan dengan peran teknologi, serta untuk mengetahui bagaimana sekolah menjadikan pernyataan misi sebagai dasar pendekatan terhadap teknologi. Penelitian ini dilakukan di salah satu sekolah swasta Kristen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi dipakai untuk tujuan manajemen pembelajaran yang lebih efektif, serta bermanfaat untuk mengoptimalkan kemampuan siswa. Hasil penelitian dengan jelas menyatakan bahwa regulasi penggunaan teknologi sangatlah krusial bagi komunitas sekolah agar pemanfaatan teknologi dapat terkendali. Hasil penelitian menyarankan bahwa sekolah perlu lebih intensional dalam mengartikulasikan misi sekolah, serta pemimpin sekolah perlu mempertimbangkan dan mengevaluasi pelaksanaan pengembangan profesional sehingga dapat mempersiapkan guru untuk implementasi teknologi dalam pembelajaran dengan lebih efektif.
The Role of Instructional Leadership in Improving the Performance of Primary School Teachers Without Relevant Educational Background in the Subjects They Teach Elma Yohana Purba; Lusiana Idawati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 11 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i11.2754

Abstract

This research explores the role of instructional leadership in improving the performance of elementary school teachers who teach outside their educational background. A case study was conducted at SD ABC Bandar Lampung with subjects including the principal and three teachers who teach outside their field of expertise. The research used qualitative methods with an exploratory case study approach. Data was collected through in-depth interviews and classroom observations, then analyzed descriptively with source triangulation. The results showed that factors affecting teacher performance include intrinsic motivation, limited professional skills, administrative burden, and lack of curriculum flexibility. Effective instructional leadership strategies include providing scripted lesson plans, micro-teaching training, and clear vision-mission communication. However, the main challenges faced by principals are time constraints, lack of personal support, and poor communication with teachers. Although teachers demonstrate adequate performance, more proactive mentoring and continuous development programs are needed to improve teaching effectiveness
Evaluasi Program Intervensi Pagi Cerdas di SD YPJ Tembagapura Menggunakan Model CIPP dalam Perspektif Distributed Leadership Yustus George Samber; Lusiana Idawati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.854

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi Program Intervensi Pagi Cerdas di SD YPJ Tembagapura menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) dalam perspektif distributed leadership. Program ini dikembangkan untuk mengatasi rendahnya kesiapan belajar siswa kelas 1 pada aspek literasi, numerasi, motorik, dan sosial-emosional akibat keterbatasan akses pendidikan usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental. Data diperoleh melalui wawancara, studi dokumen, dan refleksi terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek context, siswa memiliki kesiapan awal yang rendah sehingga memerlukan intervensi dini. Pada aspek input, program telah dirancang dengan dukungan sumber daya, strategi berbasis RTI dan pull out, serta kolaborasi sekolah dan asrama. Pada aspek process, pelaksanaan program berjalan konsisten dengan praktik distributed leadership yang kolaboratif. Pada aspek product, terjadi peningkatan kemampuan literasi, numerasi, perkembangan motorik, dan kepercayaan diri siswa, meskipun masih memerlukan penguatan berkelanjutan. Disimpulkan bahwa Program Pagi Cerdas efektif sebagai intervensi dini dan berpotensi dikembangkan sebagai model praktik baik berbasis CIPP dan distributed leadership di konteks wilayah terpencil.
Evaluasi Program Intervensi Pagi Cerdas di SD YPJ Tembagapura Menggunakan Model CIPP dalam Perspektif Distributed Leadership Yustus George Samber; Lusiana Idawati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.854

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi Program Intervensi Pagi Cerdas di SD YPJ Tembagapura menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) dalam perspektif distributed leadership. Program ini dikembangkan untuk mengatasi rendahnya kesiapan belajar siswa kelas 1 pada aspek literasi, numerasi, motorik, dan sosial-emosional akibat keterbatasan akses pendidikan usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental. Data diperoleh melalui wawancara, studi dokumen, dan refleksi terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek context, siswa memiliki kesiapan awal yang rendah sehingga memerlukan intervensi dini. Pada aspek input, program telah dirancang dengan dukungan sumber daya, strategi berbasis RTI dan pull out, serta kolaborasi sekolah dan asrama. Pada aspek process, pelaksanaan program berjalan konsisten dengan praktik distributed leadership yang kolaboratif. Pada aspek product, terjadi peningkatan kemampuan literasi, numerasi, perkembangan motorik, dan kepercayaan diri siswa, meskipun masih memerlukan penguatan berkelanjutan. Disimpulkan bahwa Program Pagi Cerdas efektif sebagai intervensi dini dan berpotensi dikembangkan sebagai model praktik baik berbasis CIPP dan distributed leadership di konteks wilayah terpencil.