Penelitian ini bertujuan mengevaluasi Program Intervensi Pagi Cerdas di SD YPJ Tembagapura menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) dalam perspektif distributed leadership. Program ini dikembangkan untuk mengatasi rendahnya kesiapan belajar siswa kelas 1 pada aspek literasi, numerasi, motorik, dan sosial-emosional akibat keterbatasan akses pendidikan usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental. Data diperoleh melalui wawancara, studi dokumen, dan refleksi terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek context, siswa memiliki kesiapan awal yang rendah sehingga memerlukan intervensi dini. Pada aspek input, program telah dirancang dengan dukungan sumber daya, strategi berbasis RTI dan pull out, serta kolaborasi sekolah dan asrama. Pada aspek process, pelaksanaan program berjalan konsisten dengan praktik distributed leadership yang kolaboratif. Pada aspek product, terjadi peningkatan kemampuan literasi, numerasi, perkembangan motorik, dan kepercayaan diri siswa, meskipun masih memerlukan penguatan berkelanjutan. Disimpulkan bahwa Program Pagi Cerdas efektif sebagai intervensi dini dan berpotensi dikembangkan sebagai model praktik baik berbasis CIPP dan distributed leadership di konteks wilayah terpencil.