Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Maqashid Syariah dalam Ekonomi Islam sebagai Pendekatan Holistik untuk Menjaga Keseimbangan Ekonomi dan Moral Maisarah Muhammad Thaib
Scientific Journal for Nation Building Vol. 1 No. 3 (2025): Scientific Journal for Nation Building
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66155/6krv8z24

Abstract

Perkembangan ekonomi modern menunjukkan kecenderungan dominasi orientasi material yang sering kali mengabaikan dimensi moral dan etika. Kondisi tersebut memunculkan berbagai persoalan ekonomi dan sosial, sehingga diperlukan pendekatan yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan nilai moral. Dalam konteks ini, ekonomi Islam menawarkan kerangka nilai yang menempatkan maqashid syariah sebagai tujuan utama dalam aktivitas ekonomi. Namun, kajian mengenai maqashid syariah sebagai pendekatan holistik yang mengintegrasikan dimensi ekonomi dan moral masih terbatas dan cenderung bersifat normatif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji maqashid syariah dalam ekonomi Islam sebagai pendekatan holistik dalam menjaga keseimbangan ekonomi dan moral. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah dan menganalisis berbagai literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan karya akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa maqashid syariah memiliki potensi strategis sebagai kerangka integratif yang mengarahkan aktivitas ekonomi tidak hanya pada pencapaian kesejahteraan material, tetapi juga pada kemaslahatan dan keadilan sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan pendekatan maqashid syariah secara kontekstual dan aplikatif diperlukan agar ekonomi Islam mampu menjawab tantangan ekonomi kontemporer. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian ekonomi Islam dari aspek normatif menuju pendekatan holistik yang lebih aplikatif.
Transformasi Industri Asuransi Syariah Pasca Kebijakan Spin-Off: Analisis Kesiapan dan Tantangan di Aceh Maisarah Muhammad Thaib
Ameena Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v4i3.314

Abstract

The spin-off policy in the Islamic insurance industry represents an institutional strengthening strategy intended to enhance the independence and sustainability of Islamic insurance businesses in Indonesia. In Aceh, this policy has particular relevance because the region possesses distinctive social and institutional characteristics associated with the implementation of Sharia principles. This study aims to analyze the readiness of the Islamic insurance industry and identify the challenges arising after the implementation of the spin-off policy in Aceh. The study employs a library research method by examining relevant written sources, including books, scholarly articles, regulations, institutional reports, and publications concerning the development of the Islamic insurance industry. The data are analyzed descriptively and analytically through identification, classification, comparison, and synthesis of information related to industry readiness and post-spin-off challenges. The findings indicate that readiness for transformation is influenced by institutional strength, capital adequacy, human resource capacity, governance quality, technological preparedness, adaptive capability, and market development. Meanwhile, the main challenges involve public literacy and trust, market penetration, operational efficiency, consistent Sharia compliance, and business sustainability. The study concludes that spin-off should not merely be understood as an administrative separation, but as a comprehensive transformation integrating internal corporate readiness with Aceh's socioeconomic characteristics. This study contributes a contextual perspective on Islamic insurance transformation at the regional level and offers a conceptual basis for developing more adaptive, competitive, and sustainable institutional strategies.