Syahabuddin
Institut Agama Islam Negeri Bone

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reasons for Wives’ Refusal to Fulfill Their Husbands’ Biological Needs in Awangpone Subdistrict: Perspectives from Islamic Law and Positive Law: bahasa inggris Widia Astuti; Syahabuddin; Ruslan; Nursyirwan; Widya Astika Putri
Al-Bayyinah Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Bayyinah
Publisher : Faculty of Sharia and Islamic Law Institut Agama Islam Negeri Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/al-bayyinah.v10i1.11469

Abstract

This study aims to analyze the factors causing wives to refuse their husbands' requests for marital sex in Bone Regency and to examine this phenomenon from the perspectives of Islamic and positive law. The novelty of this research lies in its integrative approach, combining empirical societal findings with the normative analysis of both legal frameworks regarding marital obligations. Utilizing a qualitative method, this study employs case study, normative-legal, empirical-legal, and normative-theological approaches. Data were gathered through interviews with married couples in Cakke Bone Village, the village head, the head of the Awangpone Religious Affairs Office, and the registrar of the Watampone Class IA Religious Court. The results indicate that wives' sexual refusal stems from laziness, exhaustion from domestic chores, work fatigue, drowsiness, contraceptive side effects, age, length of marriage, and arranged marriage. Husbands reacted with anger, disappointment, resentment, silence, distancing, or patience. From an Islamic law perspective, such refusals without valid sharia-compliant reasons (such as menstruation, postpartum, or illness) constitute nusyūz. Meanwhile, under positive law, this refusal disrupts marital rights and obligations, potentially serving as grounds for divorce.
Rekonstruksi Hak Restitusi Bagi Anak Korban Tindak Pidana dalam Kebijakan Hukum Pidana Anak di Kabupaten Bone Afia Viorita Marchya; Syahabuddin; Jumriani Nawawi
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 11 (2026): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i11.2437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penegakan hak restitusi bagi anak korban tindak pidana di Kabupaten Bone ditinjau dari perspektif kebijakan hukum pidana anak, serta mengidentifikasi bentuk rekonstruksi kebijakan hukum pidana anak yang ideal dalam rangka mewujudkan penegakan hak restitusi yang efektif dan berkeadilan bagi anak korban tindak pidana di Kabupaten Bone. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif-empiris (atau sering disebut socio-legal research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi restitusi bagi korban tindak pidana di Kabupaten Bone menunjukkan bahwa sistem peradilan pidana telah mulai memberikan perhatian terhadap pemulihan hak-hak korban melalui mekanisme ganti kerugian yang dibebankan kepada pelaku tindak pidana. Penerapan restitusi dalam putusan Pengadilan Negeri Watampone pada perkara perdagangan orang memperlihatkan adanya upaya nyata untuk memberikan perlindungan hukum kepada korban, tidak hanya melalui penghukuman pelaku, tetapi juga melalui pemulihan kerugian yang dialami korban secara material maupun nonmaterial. Bentuk rekonstruksi kebijakan hukum pidana anak yang ideal dalam rangka mewujudkan penegakan hak restitusi yang efektif dan berkeadilan bagi anak korban tindak pidana di Kabupaten Bone harus diarahkan pada penguatan sistem perlindungan korban yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga implementatif, terintegrasi, dan berorientasi pada pemulihan hak anak secara menyeluruh.