Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Stabilisasi Subbase Agregat Eksisting Jalan Hauling PT. Servo Lintas Raya Menggunakan Sistem Hybrid Semen–Polyroads (Soiltech Mk-II) Terhadap Peningkatan Nilai CBR BE. Dwi Anggoro Winardi; Aprizal; Dadang Iskandar; Ronny; M. Aldair Sila
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (April - Mei 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v5i1.1964

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi peningkatan daya dukung lapis pondasi bawah (subbase) jalan hauling melalui stabilisasi material agregat kelas A menggunakan kombinasi semen dan Soiltech MK-II, dengan fokus pada kekuatan dini (0–4 hari) dan ketahanan terhadap kondisi basah. Pengujian laboratorium menggunakan uji CBR pada variasi kadar semen 0%, 1%, dan 3% serta dosis Soiltech 0%, 0,60%, dan 0,75% (terhadap massa kering), pada umur curing 0 jam, 1 hari, 3 hari, dan 4 hari, dengan tiga kondisi curing: jemur terik matahari, suhu ruang, dan rendam (jenuh air). Total diperoleh 108 data pengamatan. Untuk memperkuat penentuan komposisi optimum, dilakukan analisis multivariat dengan regresi linier berganda. Model signifikan (F=152,088; p<0,001) dengan R=0,925 dan R²=0,855 (Adjusted R²=0,850). Koefisien beta terstandar menunjukkan faktor dominan adalah kadar semen (β=0,764), diikuti umur curing (β=0,391), dosis Soiltech (β=0,223), sedangkan kondisi curing berpengaruh negatif (β=−0,262). Secara eksperimental, kenaikan semen dan Soiltech meningkatkan CBR dan menjaga stabilitas pada kondisi jenuh air. Komposisi optimum dalam rentang variasi penelitian adalah semen 3% dan Soiltech 0,75%, yang dipilih untuk trial lapangan. Pada segmen 25 m × 5 m × 0,20 m, uji LWD menunjukkan Evd meningkat dari ±50,9 MPa (0 jam) menjadi ±171,5 MPa (20 jam), dengan CBR ekuivalen naik dari ±72,96% menjadi ±151,65%. Uji UCS 7 hari sebesar ±29,43 kg/cm² memenuhi kriteria penerimaan. Hasil penelitian menegaskan efektivitas stabilisasi semen–polimer untuk percepatan peningkatan daya dukung subbase dan verifikasi kinerja lapangan. Selain itu, perhitungan kebutuhan bahan dilakukan pada skala laboratorium (mould Ø15×30 cm, 13 kg/mould) dan skala lapangan berdasarkan volume lapisan serta MDD 2,060 kg/m³, sehingga rancangan campuran dapat direplikasi secara praktis pada pelaksanaan dan mutu.