Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work motivation dan self-efficacy terhadap kinerja mahasiswa pekerja paruh waktu di Kota Semarang dengan perceived workplace support sebagai variabel mediasi. Fenomena meningkatnya mahasiswa yang bekerja paruh waktu menunjukkan adanya perubahan pola aktivitas mahasiswa yang tidak hanya fokus akademik, tetapi juga dalam dunia kerja. Kondisi tersebut menimbulkan tantangan dalam mempertahankan kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktu kinerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei kuesioner kepada mahasiswa aktif yang bekerja paruh waktu di Kota Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 101 responden. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work motivation berpengaruh positif dan signifikan terhadap perceived workplace support dan kinerja. Self-efficacy juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap perceived workplace support dan kinerja. Selain itu, perceived workplace support berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa perceived workplace support mampu memediasi pengaruh work motivation dan self-efficacy terhadap kinerja mahasiswa pekerja paruh waktu. Temuan penelitian ini memperkuat teori Input-Environment-Outcome (IEO) yang menjelaskan bahwa faktor internal individu dan dukungan lingkungan kerja secara simultan berperan dalam membentuk outcome berupa kinerja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi organisasi maupun institusi pendidikan dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung mahasiswa pekerja paruh waktu.