Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendapatan, pendidikan, pengetahuan tentang BPJS Ketenagakerjaan, pengalaman kerja, dan status pekerjaan terhadap keikutsertaan pekerja dalam program BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Gianyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi logistik. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang terdiri dari pekerja formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel pendapatan, pendidikan, pengetahuan tentang BPJS Ketenagakerjaan, pengalaman kerja, dan status pekerjaan berpengaruh signifikan terhadap keikutsertaan pekerja dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Secara parsial, pendapatan, pengetahuan tentang BPJS Ketenagakerjaan, dan status pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keikutsertaan pekerja. Sementara itu, pendidikan dan pengalaman kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap keikutsertaan pekerja dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor ekonomi, tingkat pemahaman terhadap program, serta karakteristik pekerjaan memiliki peran penting dalam meningkatkan partisipasi pekerja dalam jaminan sosial ketenagakerjaan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan sosialisasi dan edukasi mengenai BPJS Ketenagakerjaan serta kebijakan yang mendukung kemampuan ekonomi pekerja, khususnya bagi pekerja informal, guna meningkatkan cakupan kepesertaan. Kata kunci: keikutsertaan pekerja, BPJS Ketenagakerjaan, pendapatan, pengetahuan, status pekerjaan