Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek (Teaching Factory) pada Pengolahan Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) sebagai Bahan Baking di SMK Pusat Unggulan: Studi Kasus SMK Negeri 1 Kalibawang Aninditawidagda Pandam Sudaryanto; Basiroh Basiroh; Rifqi Fauzi Rahmadzani; Ila Khafia Wafda
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya penguatan pembelajaran vokasi di SMK Negeri 1 Kalibawang sebagai SMK Pusat Unggulan melalui penerapan model pembelajaran berbasis proyek (Teaching Factory) yang memanfaatkan Modified Cassava Flour (Mocaf) sebagai bahan baku lokal dalam pengembangan produk baking. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah belum optimalnya integrasi pembelajaran dengan proses produksi nyata yang berdampak pada rendahnya kompetensi teknis dan minat kewirausahaan peserta didik. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi guru dan peserta didik melalui implementasi Teaching Factory berbasis potensi lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan penerapan Teaching Factory yang mengintegrasikan proses pembelajaran dan produksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi teknis peserta, terbentuknya unit produksi sekolah berbasis Mocaf, serta dihasilkannya produk baking inovatif yang memiliki potensi pasar. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa penerapan Teaching Factory berbasis bahan baku lokal efektif dalam memperkuat pembelajaran vokasi dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta didik secara berkelanjutan.
Pemanfaatan Internet of Things (IoT) dalam Pengembangan Pertanian Cerdas: Studi Komparatif Beberapa Negara Pramono Hadi; Basiroh Basiroh; Abdul Jalil
Jurnal Penelitian IPTEKS Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENELITIAN IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/penelitianipteks.v11i1.1559

Abstract

Internet of Things (IoT) telah menjadi salah satu teknologi kunci dalam transformasi pertanian modern melalui konsep smart farming. Teknologi ini memungkinkan pemantauan dan pengelolaan pertanian secara real-time berbasis data, sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan input, produktivitas, dan keberlanjutan sistem pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan IoT dalam sektor pertanian di beberapa negara serta mengidentifikasi tantangan dan faktor kunci keberhasilan implementasinya, khususnya dalam konteks negara berkembang. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional, dokumen kebijakan, serta laporan resmi yang dipublikasikan pada periode 2018–2025. Negara yang dikaji meliputi Belanda, Amerika Serikat, Jepang, India, dan Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa IoT berperan penting dalam pemantauan lahan dan tanaman, manajemen irigasi cerdas, deteksi dini hama dan penyakit, pengelolaan ternak, serta pengambilan keputusan berbasis data. Namun, implementasi IoT pertanian masih menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan infrastruktur, biaya investasi tinggi, isu interoperabilitas dan tata kelola data, keamanan siber, serta rendahnya kapasitas sumber daya manusia. Di Indonesia, meskipun adopsi IoT masih terbatas, penerapan smart farming pada hidroponik, greenhouse, irigasi tetes, dan perikanan menunjukkan potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan IoT pertanian memerlukan pendekatan yang kontekstual, inklusif, dan didukung oleh kebijakan serta penguatan kapasitas kelembagaan.