Tiara Rachmanissa
Universitas Negeri Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Smart Wellness Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Lebih Baik di Kampung Pemulung Pulosari Kota Malang Rachmy Rosyida Ro'is; Kumoro Asto Lenggono; Lulu’ul Badriyah; Dandy Arie Pramudya; Ni Made DwiAstini Sucita; Tiara Rachmanissa; Bima Sutan Putra Bahari; Siti Sartika Sari
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.29060

Abstract

Pekerja informasi seperti pemulung merupakan kelompok rentan yang kerap diabaikan dalam isu kesehatan masyarakat. Karakteristik pekerjaan yang berat, terutama mengangkat beban dengan postur tidak ergonomi, membuat pekerja pemulung mengalami keluhan muskuloskeletal dan penyakit degeneratif. Selain itu, rendahnya kesadaran terhadap pemeriksaan kesehatan dasar memperburuk kondisi ini. Program Smart Wellness dilaksanakan di Kampung Pemulung Pulosari Kota Malang pada Januari 2025 dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemeriksaan kesehatan dasar (tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat), edukasi mengenai penyakit akibat kerja dan penyakit tidak menular, serta pelatihan ergonomi dengan media video. Metode kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra, survei lokasi, pemeriksaan kesehatan, sosialisasi, penerapan video ergonomi, dan evaluasi. Hasil kuesioner pada 17 responden menunjukkan bahwa 82,4% memiliki tingkat pengetahuan baik mengenai GCU dan pencegahannya, sedangkan 17,6% masih dalam kategori kurang. Analisis uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara pretest dan posttest (p=0,053), meskipun rata-rata peringkat posttest lebih tinggi. Hal ini menegaskan bahwa Smart Wellness berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan kerja dan pencegahan penyakit.
Program Less Hazard: Edukasi Pemilahan Limbah B3 untuk Peningkatan Pengetahuan Pemulung Kampung Pulosari Rachmy Rosyida Ro'is; Anita Sulistyorini; Dian Puspitaningtyas Laksana; Dandy Arie Pramudya; Bima Sutan Putra Bahari; Ni Made DwiAstini Sucita; Tiara Rachmanissa
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i1.29062

Abstract

Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berisiko tinggi terhadap lingkungan dan keselamatan kerja. Pemulung sebagai pekerja informal kerap terpapar langsung limbah berbahaya tanpa perlindungan memadai. Kondisi ini terlihat di Kampung Pulosari, Kota Malang, Di kawasan tersebut, pemulung masih mencampur limbah organik, anorganik, dan B3 serta jarang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menilai efektivitas edukasi pemilahan limbah B3 dalam meningkatkan pengetahuan pemulung serta mengidentifikasi kesenjangan antara pengetahuan dan praktik di lapangan. Metode pengabdian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan pretest–posttest tanpa kelompok kontrol yang melibatkan 20 pemulung. Instrumen berupa kuesioner digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan, dan data dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank serta analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata peringkat (mean rank) skor pengetahuan dari 17,36 pada pretest menjadi 19,64 pada posttest. Meskipun terdapat tren kenaikan skor, perbedaan tersebut secara statistik ditemukan tidak signifikan (p = 0,503; U = 141,500; Z = -0,670). Sebanyak 75% responden memiliki kategori pengetahuan baik setelah intervensi, namun praktik di lapangan masih rendah, ditunjukkan dengan tetap adanya pencampuran limbah dan minimnya penggunaan APD. Berdasarkan hasil uji statistik, edukasi menunjukkan tren peningkatan skor pengetahuan, namun secara statistik belum signifikan dalam memberikan perubahan yang kuat. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan saja belum cukup untuk mengubah perilaku secara instan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berkelanjutan melalui penyediaan APD, rambu keselamatan, dan dukungan fasilitas agar pengetahuan dapat terimplementasi dalam praktik aman sehari-hari.