Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Workplace stress and burnout among university lecturers in Indonesia and Malaysia: A systematic review of stressors, outcomes, and protective factors Mimi Haryani Hassim; Dian Puspitaningtyas Laksana; Rachmy Rosyida Rais; Ronal Surya Aditya
Public Health and Occupational Safety Journal Vol. 1 No. 2 (2025): Public Health and Occupational Safety Journal (PHOSJ)
Publisher : CV Rezki Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56003/phosj.v1i2.674

Abstract

Background: Workplace stress and burnout have emerged as critical occupational health concerns among university lecturers, particularly amid increasing academic workloads, performance pressures, and organizational demands intensified during and after the COVID-19 pandemic. Despite growing empirical attention, evidence remains fragmented, especially within Southeast Asian higher education contexts. Objectives: This study aims to systematically review empirical research on workplace stress and burnout among university lecturers in Indonesia and Malaysia, with a focus on identifying key stressors, associated outcomes, and protective factors. Methods: A systematic literature review was conducted following the PRISMA 2020 guidelines. Peer-reviewed articles published in English were retrieved from the Scopus database using predefined search terms related to workplace stress, burnout, lecturers, and higher education in Indonesia and Malaysia. After screening and eligibility assessment, 19 studies published between 2004 and 2025 were included. Methodological quality was assessed using the Newcastle–Ottawa Scale, and findings were synthesized through qualitative narrative analysis due to study heterogeneity. Results: The review reveals that workplace stress and burnout are prevalent among university lecturers in both countries. Major stressors include excessive workload, role ambiguity, performance-based evaluation systems, work–life imbalance, and limited organizational support. These stressors are consistently associated with adverse outcomes such as emotional exhaustion, reduced job satisfaction, impaired performance, and increased turnover intention. Protective factors, including social support, supportive leadership, emotional intelligence, and workplace spirituality, were found to mitigate stress and burnout effects. Conclusions: Workplace stress and burnout among university lecturers in Indonesia and Malaysia are multifactorial and systemic issues embedded in contemporary academic work environments. Organizational- and policy-level interventions are essential to promote lecturer well-being and ensure sustainable academic careers.
Kenali dan cegah penyakit paru obstruktif kronik: Edukasi pada pekerja industri dupa Tika Dwi Tama; Mika Vernicia Humairo; Dian Puspitaningtyas Laksana; Hanif Ahmad Musyaffa; Sevia Agustina; Zirroh Alin Zariroh
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i22025p201-209

Abstract

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan salah satu masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap kematian pekerja. Pekerja pengrajin dupa berisiko menghirup debu dan terpapar berbagai bahan kimia beracun di lingkungan kerjanya. Paparan ini dapat meningkatkan peluang pekerja untuk mengalami PPOK. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan pekerja pengrajin dupa tentang PPOK dan cara pencegahannya. Kegiatan dilakukan pada bulan Juli-Oktober tahun 2024, di UMKM dupa, Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Kegiatan promosi kesehatan disampaikan dalam bentuk sosialisasi tentang PPOK, pengenalan Alat Pelindung Diri (APD) dan praktik pemakaiannya. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dibagi menjadi tiga tahap yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan monitoring evaluasi. Pengetahuan pekerja diukur dengan kuesioner sebelum kegiatan sosialisasi dimulai (pre-test) dan setelah kegiatan sosialisasi dimulai (post-test). Data pre-test dan post-test dianalisis menggunakan uji Paired-Samples T-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan pekerja mengalami peningkatan setelah mendapatkan paparan materi sosialisasi (nilai p<0.05). Adanya peningkatan pengetahuan diharapkan dapat diikuti juga dengan peningkatan praktik upaya pencegahan PPOK oleh para pekerja.
Peningkatan kesiapsiagaan guru melalui Program NADIEM: Natural disaster mitigation sebagai langkah menuju sekolah tangguh bencana pada guru Dian Puspitaningtyas Laksana; Anita Sulistyorini; Paramytha Magdalena Sukarno Putri; Nohan Arum Romadlona; Firnadila Prawidiastri; Lotu Mountaz
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i22025p189-200

Abstract

Bencana merupakan permasalahan yang dapat menjadi ancaman yang signifikan di Indonesia dengan dampak yang luas pada ekonomi, infrastruktur dan kehidupan sosial. Tingkat kesiapsiagaan masyarakat terutama di lingkungan sekolah sangat diperlukan karena sekolah merupakan infrastruktur penting. Kurangnya kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat khususnya di lingkungan sekolah menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tingginya jumlah korban dan kerugian akibat bencana. Tujuan dari adanya pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan guru melalui program pelatihan mitigasi bencana “NADIEM” (Natural Disaster Mitigation) di SDN Karang Besuki 01 Malang. Rangkaian kegiatan dalam program ini meliputi sosialisasi, edukasi, dan simulasi bencana, yang dirancang untuk membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan terkait mitigasi bencana. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor N-Gain sebesar 0,32 dengan persentase kenaikan 32,7%, yang dikategorikan rendah dan menunjukkan pelaksanaan program dinilai kurang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan guru terhadap bencana secara signifikan. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pelatihan yang berkelanjutan untuk memaksimalkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menghadapi bencana.
Video Berbasis Edutainment Strategy Model untuk Memfasilitasi Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual bagi Civitas Akademika di Lingkungan Universitas Negeri Malang Paramytha Magdalena Sukarno Putri; Ananda Shafa Nabila; Laili Indah Fauziah; Dian Puspitaningtyas Laksana; Nohan Arum Romadlona; Mika Vernicia Humairo
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i22025p163-176

Abstract

Kekerasan seksual menjadi fenomena serius yang terjadi di lingkungan perguruan tinggi, termasuk Universitas Negeri Malang. Edukasi yang digunakan untuk pencegahan masih bersifat konvensional bagi mahasiswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa melalui media video berbasis edutainment. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk webinar dengan sasaran para mahasiswa, disertai pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 87 menjadi 90, meskipun nilai N-Gain tergolong rendah (0,18). Hal ini menunjukkan bahwa video dapat menjadi alternatif media edukatif yang potensial, namun perlu perbaikan dari sisi metode dan durasi penyampaian. Video yang digunakan memuat konten informatif dan interaktif, termasuk eksperimen sosial dan panduan perilaku yang tepat. Edukasi berbasis video ini diharapkan mampu menjangkau audiens lebih luas dan memberikan dampak yang lebih berarti dalam pencegahan kekerasan seksual di kampus.
Upaya Peningkatan Perilaku Hidup Sehat melalui Program Community-Led Total Sanitation kepada Masyarakat Desa Tumpang, Malang Nurnaningsih Herya Ulfah; Suci Puspita Ratih; Mika Vernicia Humairo; Dian Puspitaningtyas Laksana; Ilham Budi Prasojo; Lintang Pakerti Esa Wahyu Aji
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 27, No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v27i2.4205

Abstract

The practice of open defecation remains prevalent in Ledoksari Hamlet, Tumpang Village, Malang Regency. This behavior persists because open defecation has become a normalized culture or habit among the local community. Therefore, a change effort is needed through the implementation of the Community-Led Total Sanitation Approach by the Community Service Team of Universitas Negeri Malang. This program aims to educate the community about the impacts of open defecation. The method used in this program employs a triggering approach that directly involves the community, with stages including pre-triggering, triggering, and post-triggering activities. The outcomes of this initiative reveal an increase in participants knowledge regarding environmental health. Interactive discussions were also conducted by the service team to allow participants to voice their aspirations, which were then communicated to stakeholders. The service team further recommended the implementation of the "Arisan Jamban" program. This program encourages community members to organize activities that promote clean and healthy living behaviors within their environment. Aligned with the first pillar of the Community-Based Total Sanitation (STBM) initiative, which is to stop open defecation, the "Arisan Jamban" program can be utilized as a viable solution to reduce water source contamination.