This Author published in this journals
All Journal IKRA-ITH EKONOMIKA
Kholisah Qurrota Ainy Hutagaol
Universitas Negeri Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh BI Rate dan Jumlah Uang Beredar (M2) terhadap Tingkat inflasi di Indonesia Periode 2023-2025 Kholisah Qurrota Ainy Hutagaol; Adila Azzahra; Natasya Alfitriya; Nazwa Aulia Putri Nasution; Octavia Berliana Lumbanraja
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.6758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh BI Rate dan Jumlah Uang Beredar (M2)terhadap tingkat inflasi di Indonesia periode 2023–2025. Penelitian menggunakan pendekatankuantitatif dengan data runtut waktu bulanan yang diperoleh dari Bank Indonesia dan BadanPusat Statistik (BPS). Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda untukmengetahui pengaruh BI Rate dan Jumlah Uang Beredar (M2) terhadap inflasi secara parsialmaupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BI Rate berpengaruh signifikan secaraparsial terhadap inflasi dengan arah hubungan negatif, di mana kenaikan BI Rate cenderungmenurunkan tingkat inflasi. Jumlah Uang Beredar (M2) juga berpengaruh signifikan secaraparsial terhadap inflasi dengan koefisien negatif. Secara simultan, BI Rate dan Jumlah UangBeredar (M2) berpengaruh signifikan terhadap tingkat inflasi di Indonesia. Nilai koefisiendeterminasi (R²) sebesar 0,365 menunjukkan bahwa 36,5% variasi inflasi dapat dijelaskan olehBI Rate dan Jumlah Uang Beredar (M2), sedangkan sisanya sebesar 63,5% dipengaruhi olehfaktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan monetermelalui pengaturan suku bunga dan pengelolaan likuiditas memiliki peran penting dalammenjaga stabilitas harga di Indonesia.Kata Kunci: BI Rate, Jumlah Uang Beredar (M2), Inflasi, Kebijakan Moneter, Indonesia