p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IKRA-ITH EKONOMIKA
Nazwa Aulia Putri Nasution
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Kebijakan Otoritas Keuangan Dalam Mengurangi Risiko Pada Lembaga Keuangan Adila Azzahra; Kholishah Qurrota Ainy Hutagaol; Natasya Alfitriya; Nazwa Aulia Putri Nasution; Octavia Berliana Lumbanraja
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilitas sistem keuangan merupakan pilar utama dalam menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis kebijakan otoritas keuangan, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dalam memitigasi risiko pada lembaga keuangan serta menjaga stabilitas sistem keuangan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research), yang melibatkan analisis terhadap jurnal ilmiah, regulasi, dan laporan resmi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OJK berperan sentral dalam pengawasan mikroprudensial dan perlindungan konsumen, sementara Bank Indonesia fokus pada kebijakan makroprudensial dan stabilitas moneter. Meskipun implementasi kebijakan telah berhasil menekan tingkat Non-Performing Loan (NPL) dan mengoptimalkan likuiditas, penelitian ini mengidentifikasi tantangan signifikan berupa pesatnya inovasi keuangan digital, lemahnya koordinasi lintas lembaga, serta rendahnya literasi keuangan masyarakat yang memicu maraknya lembaga keuangan ilegal. Sinergi yang lebih kuat antara otoritas dan adaptasi regulasi berbasis teknologi menjadi kunci dalam menghadapi dinamika risiko di era digital.Kata Kunci: Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Manajemen Risiko, Stabilitas Sistem Keuangan, Lembaga Keuangan.
Pengaruh BI Rate dan Jumlah Uang Beredar (M2) terhadap Tingkat inflasi di Indonesia Periode 2023-2025 Kholisah Qurrota Ainy Hutagaol; Adila Azzahra; Natasya Alfitriya; Nazwa Aulia Putri Nasution; Octavia Berliana Lumbanraja
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.6758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh BI Rate dan Jumlah Uang Beredar (M2)terhadap tingkat inflasi di Indonesia periode 2023–2025. Penelitian menggunakan pendekatankuantitatif dengan data runtut waktu bulanan yang diperoleh dari Bank Indonesia dan BadanPusat Statistik (BPS). Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda untukmengetahui pengaruh BI Rate dan Jumlah Uang Beredar (M2) terhadap inflasi secara parsialmaupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BI Rate berpengaruh signifikan secaraparsial terhadap inflasi dengan arah hubungan negatif, di mana kenaikan BI Rate cenderungmenurunkan tingkat inflasi. Jumlah Uang Beredar (M2) juga berpengaruh signifikan secaraparsial terhadap inflasi dengan koefisien negatif. Secara simultan, BI Rate dan Jumlah UangBeredar (M2) berpengaruh signifikan terhadap tingkat inflasi di Indonesia. Nilai koefisiendeterminasi (R²) sebesar 0,365 menunjukkan bahwa 36,5% variasi inflasi dapat dijelaskan olehBI Rate dan Jumlah Uang Beredar (M2), sedangkan sisanya sebesar 63,5% dipengaruhi olehfaktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan monetermelalui pengaturan suku bunga dan pengelolaan likuiditas memiliki peran penting dalammenjaga stabilitas harga di Indonesia.Kata Kunci: BI Rate, Jumlah Uang Beredar (M2), Inflasi, Kebijakan Moneter, Indonesia