Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementation And Innovation Of Population Administration Services In Central Bengkulu Regency (Study In Durian Demang Village, Karang Tinggi District) Devy Marjoyo; Witi Rusma Yunita; Kopli Ansori
International Journal of Social and Management Studies Vol. 7 No. 1 (2026): International Journal of Social and Management Studies (IJOSMAS)
Publisher : IJOSMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5555/ijosmas.v7i1.612

Abstract

Population administration services are a fundamental form of public service in people's lives, as they directly relate to legal identity and access to various social services. This study aims to analyze the implementation of population administration services and public service innovations in Durian Demang Village, Karang Tinggi District, Central Bengkulu Regency. The research method used was a descriptive qualitative approach, with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results indicate that the implementation of population administration services in Durian Demang Village has been quite successful based on indicators of communication, resources, implementer attitudes, and bureaucratic structure. However, several obstacles remain, such as limited infrastructure, a lack of public understanding of service procedures, and the suboptimal use of information technology. Furthermore, digital-based service innovations in the Bengkulu region, such as the SLAWE application and the Three in One program, show significant potential for improving the quality of public services, although they still face challenges in terms of socialization and human resource capacity. The study's conclusion confirms that improving the quality of public services in Bengkulu requires strengthening the capacity of civil servants, technology-based innovation, and increased public participation.
PENYELESAIAN KONFLIK DALAM PENGELOLAAN PASAR RAKYAT DALAM PERSPEKTIF GOOD LOCAL GOVERNANCE Devy Marjoyo
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 3 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Maret 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v3i2.687

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi adalah dominasi sepihak dalam pengambilan keputusan oleh pemerintah daerah dan aktor non-pemerintah seperti MP Grup, minimnya partisipasi organisasi pedagang, serta konflik horizontal antar pedagang yang berujung pada insiden kekerasan dan sengketa hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan tahapan penyelesaian konflik pengelolaan pasar rakyat dalam kerangka good local governance, serta untuk merumuskan model penyelesaian konflik yang inklusif dan partisipatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, berfokus pada empat tahapan penyelesaian konflik menurut Simon Fisher: pemetaan konflik, negosiasi, mediasi, dan arbitrase. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap aktor-aktor terkait, termasuk pedagang, organisasi pedagang (APPSI), dan pejabat pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik di Pasar Panorama didominasi oleh perebutan otoritas antara organisasi pedagang dan kelompok yang tidak memiliki legitimasi hukum namun didukung oleh kekuatan politik. Upaya negosiasi dan mediasi belum membuahkan hasil karena tidak adanya mediator netral, sedangkan arbitrase tidak dilakukan dan konflik akhirnya diselesaikan melalui jalur litigasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi good local governance yang mencakup partisipasi aktif, transparansi, dan akuntabilitas, sangat penting untuk mencegah dan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Rekomendasi utama adalah perlunya forum dialog multi pihak yang difasilitasi oleh pemerintah daerah untuk mewujudkan tata kelola pasar rakyat yang adil dan demokratis.