I Gusti Agung Sasih Gayatri
Universitas Triatma Mulya Jembrana, Bali, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Lingkungan Kerja Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pabrik UD Tika Abi Kabupaten Jembrana Ni Putu Vira Yunita Dewi; I Dewa Ayu Tita Permata Tabita; I Gusti Agung Sasih Gayatri
Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi (Mei)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jmae.v5i1.2431

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mendapati dan menganalisis pengaruh Gaya Kepemimpinan, Lingkungan Kerja, dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan pada Pabrik UD Tika Abi Kabupaten Jembrana. Sumber daya manusia merupakan aset krusial yang menentukan efektivitas operasional dalam industri manufaktur pengolahan perikanan. Studi ini mempergunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 35 responden yang merupakan karyawan UD Tika Abi. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis mempergunakan metode regresi linear. Hasil uji asumsi klasik mengindikasikan bahwa data berdistribusi normal (sig. 0,200) serta bebas dari gejala multikolinearitas dan heteroskedastisitas. Hasil pengujian secara parsial (Uji t) mengindikasikan bahwa Gaya Kepemimpinan berdampak positif dan signifikan terhadap kinerja (t = 6,772), Lingkungan Kerja berdampak positif dan signifikan (t = 3,928), dan Budaya Organisasi berdampak positif dan signifikan (t = 7,129). Secara simultan (Uji F), ketiga tersebut berdampak signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai F-hitung sebesar 161,785 dan tingkat signifikansi 0,000. Persamaan regresi yang dihasilkan Y = (1.499) + 0.438X1 + 0.157X2 + 0.309X3 + 1.121. Temuan studi ini menegaskan pentingnya internalisasi nilai-nilai organisasi, penyediaan kondisi kerja yang menguntungkan, dan kepemimpinan yang kuat dalam meningkatkan produktivitas pekerja. Untuk mempertahankan kinerja menguntungkan, manajemen didesak untuk mempromosikan disiplin kerja, memaksimalkan fasilitas fisik, dan meningkatkan komunikasi terbuka.
Pengaruh Work Stres, Job Burnout dan Leadership Support Terhadap Turnover Pada Karyawan CV. Lilin Bersinar Grosir Denpasar Ni Putu Cherry Adelia; Dewa Ayu Tita Permata Tabita; I Gusti Agung Sasih Gayatri
Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi (Mei)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh work stress, job burnout, dan leadership terhadap turnover intention pada karyawan sektor retail. Persaingan industri retail yang semakin kompetitif menyebabkan meluaskannya tuntutan kerja dan tekanan psikologis yang berpotensi memajukan keinginan karyawan untuk meninggalkan organisasi. Penelitian ini mempergunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 50 karyawan aktif berpartisipasi dalam penelitian mempergunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dikerjakan mempergunakan kuesioner terstruktur dengan skala Likert 5 poin. Variabel yang diukur meliputi work stress, job burnout, leadership, dan turnover intention. Analisis data dikerjakan mempergunakan korelasi Pearson dan regresi linear berganda melalui IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menyiratkan bahwa work stress berpengaruh positif signifikan terhadap turnover intention (β = 0.381; p = 0.007), yang menyiratkan bahwa semakin tinggi tingkat stres kerja maka semakin tinggi kemengarahan karyawan untuk meninggalkan organisasi. Sebaliknya, job burnout (p = 0.865) dan leadership (p = 0.441) tidak menyiratkan pengaruh signifikan terhadap turnover intention. Secara simultan, model regresi menyiratkan hasil signifikan (F = 3.131; p = 0.035) dengan nilai R² sebesar 0.170, yang menyiratkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan 17.0% variasi turnover intention. Temuan penelitian ini menyiratkan bahwa stres kerja merupakan prediktor utama turnover intention pada karyawan retail. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi organisasi yang berfokus pada pengelolaan beban kerja dan dukungan psikologis guna menurunkan turnover intention pada sektor retail.