Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENDIDIKAN KETELADANAN ORANG TUA DALAM KITAB TERJEMAHAN LUQMANUL HAKIM WA HIKMAH OLEH NAHBANI IDRIS, LC.: STUDI TEMATIK M. Baharuddin Maulana Ishaq; Ahmad Zuhdi; Muhammad Saefullah
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan keteladanan orang tua dalam kitab terjemahan Luqmanul Hakim wa Hikmah karya Muhammad Khair Ramadhan Yusuf yang diterjemahkan oleh Nahbani Idris, Lc. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga, terutama di tengah tantangan moral generasi muda pada era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer dalam penelitian ini adalah kitab terjemahan Luqmanul Hakim wa Hikmah, sedangkan sumber data sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, skripsi, dan literatur lain yang relevan dengan pendidikan Islam, keteladanan orang tua, dan pendidikan keluarga. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nasihat Luqman al-Hakim kepada anaknya mengandung nilai-nilai pendidikan Islam yang meliputi pendidikan akidah, pendidikan syukur, kesadaran diawasi Allah, pendidikan ibadah, amar makruf nahi munkar, pendidikan sabar, serta pendidikan rendah hati dan adab berbicara. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa pendidikan anak tidak cukup dilakukan melalui perintah dan nasihat, tetapi harus disertai keteladanan nyata dari orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
ANALISIS KELALAIAN SALAT PADA GENERASI Z DI ERA DIGITAL DALAM PERSPEKTIF QS. AL-MA’UN AYAT 4–5 Rachma Anisa Paradise; Asep Sunarko; Ahmad Zuhdi
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7765

Abstract

<span style='font-size:10.0pt; font-family:"Cam'",serif;mso-bidi-font-family:"Times New Roman";mso-bidi-theme-font: major-bidi'>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna kelalaian salat dalam QS. Al-Ma’un ayat 4–5, faktor-faktor penyebabnya pada Generasi Z di era digital, serta relevansinya dengan kehidupan generasi muda saat ini. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (<span style='font-size:10.0pt;font-family:"Cam'",serif;mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:major-bidi;font-style:normal'>library research<span style='font-size:10.0pt;font-family:"Cam'",serif;mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:major-bidi'>). Data diperoleh dari Al-Qur’an, kitab tafsir, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan hermeneutika dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelalaian salat tidak hanya berarti meninggalkan salat, tetapi juga mencakup menunda pelaksanaannya, kurang memperhatikan waktu salat, dan tidak menghadirkan kekhusyukan dalam beribadah. Faktor penyebabnya meliputi penggunaan teknologi digital yang berlebihan, kesibukan aktivitas sehari-hari, rendahnya kesadaran spiritual, pengaruh lingkungan, peran keluarga, serta lemahnya pengendalian diri. Penelitian ini juga menemukan bahwa pesan QS. Al-Ma’un ayat 4–5 tetap relevan sebagai pengingat bagi Generasi Z untuk menjaga kualitas ibadah di tengah berbagai tantangan era digital.
STRATEGI GURU DALAM MENANAMKAN SIKAP SOPAN SANTUN DAN HORMAT SISWA TERHADAP GURU DI MADRASAH IBTIDAIYAH Ledyna Bilqis; Ahmad Zuhdi; Muhammad Saefullah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.8064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi guru dalam menanamkan sikap sopan santun dan hormat siswa terhadap guru, mengevaluasi efektivitas, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di MI Muawanatul Falah Ngetuk Gunungwungkal Pati.Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya pengaruh media sosial terhadap perilaku siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, lima guru, dan lima siswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan pengujian keabsahan menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru terdiri atas empat pilar utama: (1) keteladanan langsung, (2) pembiasaan melalui budaya 6S (Senyum, Salam, Salim, Sapa, Sopan, Santun), (3) bimbingan dan pengawasan harian, serta (4) kerja sama aktif dengan orang tua melalui grup WhatsApp. Keempat strategi tersebut dinilai cukup efektif, terlihat dari perubahan perilaku siswa yang mulai melakukan salam dan salim secara spontan, berbicara lebih sopan, dan menunjukkan rasa hormat selama proses pembelajaran. Faktor pendukung meliputi lingkungan madrasah berbasis keagamaan, komitmen guru sebagai role model, dan kerjasama sekolah-keluarga. Adapun faktor penghambat utama adalah pengaruh konten media sosial, khususnya TikTok, serta kurangnya pengawasan orang tua di rumah.
THE ROLE OF HABITATIVE ACTIVITIES ON THE DEVELOPMENT OF THE MORAL CHARACTER OF TPQ DARUSSALAM STUDENTS IN KARANGGONDANG VILLAGE, WONOSOBO Wissda Azzahro Chairunisa; Ahmad Zuhdi; Muhammad Saefullah
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol. 6 No. 1 (2026): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/peka0h12

Abstract

This study focuses on the role of habituation activities in the moral development of students at the Darussalam Islamic Boarding School (TPQ) in Karanggondang Village, Wonosobo. A descriptive qualitative method was employed. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. This study found that routine and ongoing habituation activities can shape positive student behavior. These activities include habituation in greeting, praying, reading the Quran, and instilling discipline, responsibility, and good manners. Students' moral development was observed gradually, marked by increased discipline, politeness, and awareness in worship and social interactions. The success of habituation activities was supported by the roles of teachers, parents, and the community. Obstacles encountered included a lack of consistency among some students and limited support at home. Therefore, habituation activities play a crucial role in students' moral development and require collaboration between institutions, families, and the community
THE CONCEPT OF STUDENT AND TEACHER ETHICS IN THE BOOK OF TAISIRUL KHALAQ BY HAFIDZ HASAN MAS'UDI maila sakinah; Ahmad Zuhdi; Muhammad Saefullah
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol. 6 No. 1 (2026): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/wg850y92

Abstract

This study aims to examine the concept of student and teacher ethics in the book Taisirul Khalaq by Hafidz Hasan Mas'udi and its relevance to education in the modern era. This study uses a qualitative approach with library research. The main data source is the book Taisirul Khalaq, while secondary data are obtained from various relevant literature. Data collection techniques are carried out through documentation studies and online data searches, with analysis using content analysis and discourse analysis methods. The results show that student ethics include ethics towards oneself, teachers, and fellow friends, such as avoiding arrogance, being honest, humble, maintaining the trust of knowledge, and respecting teachers and honoring friends. Meanwhile, teacher ethics include the qualities of piety, humility, gentleness, and ethics in teaching, such as being wise, compassionate, giving advice, and not burdening students beyond their capabilities. These ethical concepts have strong relevance to education in the modern era, especially in responding to the moral crisis, declining respect for teachers, and the challenges of technological development. Therefore, the ethical values ​​in this book are important to be internalized in education in order to form a generation that is knowledgeable and has noble morals