Elvin Yusliana Ekawati
Universitas Sebelas Maret, Central Java, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Persepsi Siswa dan Guru terhadap Game-Based Assessment dan PaperBased Assessment dalam Pembelajaran Fisika Aulia Zayyan Hanifah; Abella Hasya Putria Wardani; Elvin Yusliana Ekawati
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.141

Abstract

Dominannya asesmen berbasis kertas dalam pembelajaran fisika dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi keterlibatan murid dan pengembangan deep learning. Penelitian ini merupakan kajian kualitatif komparatif yang mengeksplorasi persepsi murid dan guru terhadap game-based assessment melalui model Teams Games Tournament (TGT) berbantuan aplikasi Bamboozle dan paper-based assessment melalui model Team Assisted Individualization (TAI), serta implikasinya terhadap kemampuan deep learning murid dalam pembelajaran fisika — suatu perbandingan yang belum banyak dikaji secara mendalam dalam literatur sebelumnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif interpretatif dengan partisipan 2 kelompok kelas dan dua guru fisika di SMAN 4 Surakarta dan SMAN 1 Karanganyar. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 10 murid terpilih dan kedua guru, serta dokumentasi pembelajaran. Analisis mengacu pada model Miles, Huberman, dan Saldana dengan validasi triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) game-based assessment melalui TGT meningkatkan keterlibatan aktif, motivasi, dan komunikasi murid melalui mekanisme kompetisi berbasis poin dan umpan balik real-time; (2) paper-based assessment melalui TAI lebih efektif mendorong proses berpikir sistematis, reflektif, dan analitis melalui pengerjaan soal individu sebelum diskusi kelompok; (3) dalam konteks deep learning, TGT unggul dalam mendorong berpikir kritis dan adaptif, sedangkan TAI lebih kuat dalam membangun kedalaman pemahaman konsep secara terstruktur. Kedua pendekatan bersifat saling melengkapi dan tidak dapat saling menggantikan. Guru fisika perlu mengintegrasikan keduanya secara sinergis untuk menciptakan pembelajaran yang sekaligus mengoptimalkan keterlibatan dan kedalaman konseptual. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka asesmen inovatif berorientasi deep learning dalam pembelajaran fisika abad ke-21.
Studi Literatur: Analisis Komparasi Platform Digital Pembuatan E-Modul Genially, Canva, Heyzine Flipbook, dan Liveworksheet Bagi Pemula Isnaini Intan Pratiwi; Disti Nurul Khoiriyah; Elvin Yusliana Ekawati
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.185

Abstract

Kemajuan teknologi digital dalam dunia pendidikan telah mendorong munculnya berbagai platform dan aplikasi untuk pengembangan modul elektronik (e-modul), namun perbandingan komprehensif mengenai efektivitasnya bagi pendidik pemula masih jarang dikaji secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif empat aplikasi yang paling banyak digunakan dalam penelitian pendidikan Indonesia: Genially, Canva, Heyzine Flipbook, dan Liveworksheets. Pendekatan yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis (systematic literature review) terhadap lebih dari 40 artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal pendidikan terindeks rentang 2021–2025. Hasil sintesis menunjukkan bahwa Genially unggul dalam interaktivitas dan visual dinamis, dengan validitas 93% dan efektivitas 85%, serta lonjakan minat siswa dari 33,3% menjadi 88,3%. Canva menonjol dalam kemudahan penggunaan dan estetika desain, dengan skor validasi rata-rata 94,4% dan respons siswa 91,7%. Heyzine Flipbook menawarkan pengalaman membaca digital yang familier, dengan kelayakan materi 97,5%, kelayakan bahasa 95%, dan skor N-Gain 0,79. Liveworksheets merupakan satu-satunya platform yang menyediakan umpan balik otomatis dan pemantauan kemajuan, dengan validitas 95,25%, peningkatan hasil belajar dari 61,90% menjadi 90,48%, dan aktivitas siswa 87,50%. Tidak ada platform yang unggul di semua dimensi secara mutlak; pemilihan optimal mensyaratkan pertimbangan kontekstual meliputi tujuan pembelajaran, kemampuan teknologi pendidik, dan infrastruktur digital institusi.
Evaluasi Implementasi Micro Teaching Berbasis TPACK dengan Model CIPP pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sebelas Maret Novananda Syakira Eka Putri; Elvin Yusliana Ekawati
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.191

Abstract

Calon guru fisika di era digital dituntut mampu mengintegrasikan teknologi, pedagogik, dan konten secara terpadu dalam pembelajaran. Namun, mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sebelas Maret masih menghadapi kendala dalam menyusun RPP berbasis Kurikulum Merdeka dan mengintegrasikan teknologi secara pedagogis dalam micro teaching. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi micro teaching berbasis TPACK menggunakan model CIPP. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain concurrent embedded, melibatkan 60 mahasiswa melalui angket, wawancara dengan 7 mahasiswa dan 3 dosen, observasi langsung, serta analisis dokumen. Hasil evaluasi menunjukkan dimensi context sangat baik, dengan 96,7% mahasiswa memahami tujuan program dan 98,3% menyatakan kesesuaiannya dengan kebutuhan calon guru. Aspek input mencerminkan kesiapan RPP yang tinggi (93,3%) dan pemanfaatan teknologi seperti PhET dan Canva (90,0%), meskipun terdapat kendala teknis pada infrastruktur. Dimensi process menonjol pada penutupan pembelajaran (88,3%) dan umpan balik dosen (91,7%), namun manajemen waktu (78,3%) dan integrasi TPACK secara holistik masih perlu ditingkatkan. Hasil product menunjukkan peningkatan keterampilan mengajar (83,3%) dan kepercayaan diri (85,0%), meskipun ditemukan miskonsepsi pada konten fisika dan kecenderungan pendekatan teacher-centered. Evaluasi CIPP menyimpulkan bahwa konteks dan produk program telah memenuhi harapan, sementara aspek input dan proses masih memerlukan penguatan. Disarankan pengembangan modul simulasi daring, penguatan pelatihan TPACK, panduan RPP yang lebih sistematis, serta umpan balik terstruktur guna mempersiapkan calon guru menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21.