Elisabeth Christiana
Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Self-Efficacy Karier Siswa SMK melalui Layanan Bimbingan Kelompok Berbasis Modeling Simbolik dan Kearifan Lokal Yulya Ambara Widhiyanti; Wiryo Nuryono; Elisabeth Christiana
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i1.4354

Abstract

Self-efficacy karier merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kesiapan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam merencanakan masa depan dan menghadapi dunia kerja. Rendahnya self-efficacy karier menyebabkan siswa mengalami keraguan dalam menentukan pilihan karier, kurang percaya diri, serta kesulitan mengambil keputusan karier secara mandiri. Oleh karena itu, diperlukan layanan bimbingan dan konseling yang inovatif, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan siswa melalui integrasi nilai budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling simbolik berbasis nilai-nilai Kyai Ageng Kembang Sore dalam meningkatkan self-efficacy karier siswa SMK. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui tahapan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Sumber data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku referensi, prosiding, serta literatur terkait self-efficacy, bimbingan kelompok, modeling simbolik, dan nilai budaya lokal Kyai Ageng Kembang Sore. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitik menggunakan content analysis untuk mengintegrasikan teori Social Cognitive Theory Albert Bandura dengan nilai-nilai budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik modeling simbolik berbasis kisah inspiratif Kyai Ageng Kembang Sore mampu memperkuat empat sumber self-efficacy, yaitu mastery experience, vicarious experience, verbal persuasion, serta physiological and emotional states. Pendekatan berbasis budaya lokal dinilai lebih kontekstual dan mudah diinternalisasi siswa karena memiliki kedekatan emosional dan kultural dengan kehidupan mereka. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa layanan bimbingan dan konseling berbasis kearifan lokal dapat menjadi alternatif strategis dalam meningkatkan self-efficacy karier siswa SMK secara lebih holistik, bermakna, dan berkelanjutan.