Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INSTITUSI BAITUL MAL DALAM SISTEM KEUANGAN NEGARA: TELAAH SEJARAH, PRINSIP, DAN RELEVANSINYA DI ERA MODERN Arinal Nasir; Dina Ramadhani; Alya Arini Putri; Hanafi Nur Zain
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7729

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran Baitul Mal sebagai institusi keuangan negara dalam kerangka Penelitian ini menganalisis institusi Baitul Mal sebagai sistem pengelolaan keuangan publik dalam sejarah Islam dan relevansinya dalam konteks Indonesia modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan sejarah, struktur organisasi, sumber pendapatan dan pengeluaran, serta prinsip-prinsip syariah yang mendasari institusi Baitul Mal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode normatif-analitis. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka (library research), meliputi literatur klasik Islam, jurnal ilmiah kontemporer, serta dokumen kebijakan yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan kerangka maqashid al-syariah untuk menilai implikasi etika dan distribusi dari pengelolaan Baitul Mal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Baitul Mal pertama kali dibentuk di Madinah pada abad ke-7 M sebagai lembaga pengumpul dan pendistribusian dana masyarakat dari sumber-sumber seperti zakat, infak, sedekah, ghanimah, jizyah, dan kharaj. Prinsip dasar Baitul Mal—amanah (kepercayaan), hisab (akuntabilitas), dan adl (keadilan)—menjadi fondasi yang menjamin transparansi pengelolaan dana publik. Di era kontemporer, konsep Baitul Mal berevolusi menjadi lembaga keuangan syariah seperti Baitul Maal wa Tamwil (BMT), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan bank syariah. Tantangan utama yang dihadapi Baitul Mal modern antara lain terbatasnya kapasitas pengelolaan, permasalahan akuntabilitas, serta kebutuhan adaptasi dengan sistem keuangan kontemporer yang kompleks sambil tetap menjaga nilai-nilai inti keadilan sosial dan distribusi yang adil.
ANALISIS PELUANG DAN TANTANGAN PENGEMBANGAN HALAL TOURISM DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN INDONESIA DI ERA DISRUPSI Kaysa Hasnah Mumtaaza; Zukhrufa Hizballah Tsania; Alya Arini Putri; Lina Marlina
Media Riset Bisnis Ekonomi Sains dan Terapan Vol 4, No 2 (2025): Media Riset Bisnis Ekonomi Sains dan Terapan
Publisher : Taksasila Edukasi Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71312/mrbest.v4i2.701

Abstract

The development of halal tourism in Indonesia holds significant potential to drive national economic growth, especially in the era of disruption characterized by rapid technological advancement, shifting consumer preferences, and dynamic global trends. This study aims to analyze the opportunities and challenges in developing the halal tourism sector as a strategic effort to enhance Indonesia's economic competitiveness. The research uses a descriptive qualitative approach, based on literature review and secondary data from official sources. The findings indicate that the opportunities for developing halal tourism include: the growing number of global Muslim travelers, supportive government regulations, and Indonesia's advantage as the country with the largest Muslim population in the world. However, several challenges remain, such as limited supporting infrastructure, uneven halal certification standards, low industry awareness of halal tourism concepts, and intensifying global competition. Therefore, a collaborative strategy between the government, industry stakeholders, and the community is essential to optimize halal tourism’s potential as a key driver of Indonesia’s economy in the disruptive era. This study is expected to contribute to policy formulation and sustainable tourism practices based on halal values.Keywords : halal tourism, Indonesian economy, disruptive era, opportunities, challenges, sustainable tourism