Erpin Evendi
Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Mataram, Mataram, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pembelajaran Matematika Realistik Berbasis Etnomatematika Terhadap Literasi Numerasi Ditinjau Dari Productive Disposition Matematis Siswa MTs Frapti Juliana; Erpin Evendi; Yandika Nugraha
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i1.4919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) berbasis etnomatematika terhadap literasi numerasi siswa dengan productive disposition matematis sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe pretest-posttest control group. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas VII MTs yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi tes literasi numerasi dan angket productive disposition matematis. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat, uji t, uji F, serta analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMR berbasis etnomatematika berpengaruh positif dan signifikan terhadap literasi numerasi siswa dengan koefisien jalur sebesar β = 0,539 dan signifikansi p = 0,000 (< 0,05). Uji simultan menunjukkan bahwa model signifikan (F = 18,273; p = 0,000 < 0,05) dengan kemampuan menjelaskan variasi literasi numerasi sebesar 30,8% (R² = 0,308). Sementara itu, productive disposition matematis tidak berpengaruh signifikan terhadap literasi numerasi (t = 1,723; p = 0,092 > 0,05) serta tidak berperan sebagai variabel intervening dengan pengaruh tidak langsung sebesar 0,012. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi numerasi siswa lebih dipengaruhi secara langsung oleh penerapan PMR berbasis etnomatematika dibandingkan oleh aspek disposisi matematis. Penelitian ini memberikan kontribusi pada penguatan pembelajaran kontekstual berbasis budaya sebagai strategi efektif dalam meningkatkan literasi numerasi, khususnya pada aspek kognitif siswa.
Kemampuan Penalaran Aljabar Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Non-Rutin Ditinjau Dari Math Anxiety Yuliana Asmayani; M. Syawahid; Erpin Evendi
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i3.4346

Abstract

Penalaran aljabar merupakan kemampuan penting dalam penyelesaian soal non-rutin, namun proses ini sering terhambat oleh kecemasan matematika (math anxiety). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan variasi kualitas pemenuhan indikator penalaran aljabar pattern seeking, pattern recognizing, dan generalization pada siswa dengan tingkat state anxiety dan trait anxiety yang berbeda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus jamak (multiple-case study) untuk memungkinkan perbandingan lintas kategori kecemasan. Partisipan penelitian terdiri atas 50 siswa kelas VII MTs yang diberikan angket School Mathematics Anxiety Questionnaire (SMAQ). Berdasarkan skor dominan state atau trait anxiety dan kategori tingkat kecemasan (tinggi, sedang, rendah), dipilih enam subjek secara purposif sebagai kasus tipikal, masing-masing mewakili setiap kombinasi kategori. Data dikumpulkan melalui satu soal aljabar non-rutin bersifat terbuka (open-ended) yang menuntut pemodelan, verifikasi, dan generalisasi, serta wawancara berbasis tugas semi-terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan pengodean berbasis rubrik tiga tingkat. Keandalan pengodean diperkuat melalui kesepakatan antar-rater dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan math anxiety tinggi cenderung berhenti pada tahap identifikasi pola awal dan menunjukkan kesalahan manipulasi simbolik, sehingga indikator pattern recognizing dan generalization belum terpenuhi. Subjek dengan kecemasan sedang mampu membangun model aljabar yang tepat, namun verifikasi dan generalisasi masih terbatas. Subjek dengan kecemasan rendah menunjukkan pemenuhan ketiga indikator secara lebih konsisten. Temuan ini mengindikasikan adanya keterkaitan antara tingkat math anxiety dan variasi kualitas penalaran aljabar dalam konteks penyelesaian soal non-rutin, dengan batasan pada generalisasi hasil karena sifat studi kasus.