Meidita Kemala Sari
Universitas Muhammadiyah Riau, Riau, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemantauan Kandungan Logam pada Pupuk dan Limbah Palm Oil Mill Effluent (POME) di Riau menggunakan Atomic Absorbtion Spectroscopy (AAS) dalam Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Meidita Kemala Sari
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.208

Abstract

Provinsi Riau merupakan salah satu wilayah penghasil utama komoditas kelapa sawit di Indonesia yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional.  Kegiatan pemantauan kandungan logam menjadi penting sebagai bagian dari upaya pengelolaan limbah industri yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam pada sampel pupuk dan limbah Palm Oil Mill Effluent (POME) di Riau menggunakan teknik Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Metode penelitian meliputi tahap preparasi sampel melalui proses destruksi untuk melarutkan unsur logam dalam matriks sampel, kemudian dilakukan pengukuran konsentrasi logam menggunakan AAS berdasarkan prinsip penyerapan radiasi oleh atom bebas pada panjang gelombang spesifik. Metode ini memungkinkan identifikasi dan kuantifikasi logam secara selektif dan sensitif. Hasil analisis menunjukkan keberadaan beberapa logam pada sampel pupuk dan limbah POME, seperti kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), tembaga (Cu), seng (Zn), timbal (Pb), dan kadmium (Cd) dengan konsentrasi yang bervariasi. Informasi ini penting untuk mengevaluasi kualitas pupuk serta potensi dampak lingkungan dari limbah industri. Pemantauan kandungan logam menggunakan teknik instrumentasi yang tepat dapat menjadi dasar dalam pengelolaan limbah yang lebih aman dan berkelanjutan. Hasil penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap upaya pengelolaan kualitas air dan limbah industri yang lebih bertanggung jawab, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya 6, 12 dan 15.
Pemanfaatan Asam humat dari Gambut Degradasi Riau untuk Adsorpsi Logam Berat Berkelanjutan Meidita Kemala Sari
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.209

Abstract

Lahan gambut terdegradasi di Riau masih mengandung substansi humat dengan gugus fungsi aktif yang berpotensi sebagai adsorben logam berat. Gugus ini mampu berinteraksi dengan berbagai ion logam melalui mekanisme adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi asam humat dari tanah gambut terdegradasi di Riau serta mengkaji interaksinya dengan logam berat, yaitu Pb(II), Ni(II), dan Cr(VI). Isolasi asam humat dilakukan menggunakan metode ekstraksi basa. Material asam humat kemudian dikarakterisasi menggunakan spektroskopi UV–Vis, FTIR, kandungan total keasaman, kapasitas tukar kation, dan analisis total karbon organik. Interaksi adsorpsi antara asam humat dan ion logam berat dievaluasi pada berbagai kondisi pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi asam humat terhadap ion logam Pb(II), Ni(II), dan Cr(VI) masing-masing terjadi secara optimum pada pH 5,0: 5,0: 3,0. Stabilitas proses sorpsi untuk ketiga ion logam tersebut tercapai pada waktu kontak 90 menit. Kapasitas adsorpsi asam humat terhadap Pb(II), Ni(II), dan Cr(VI) berturut-turut sebesar 52,50 mg/g, 35,63 mg/g, dan 26,21 mg/g. Hasil ini menunjukkan bahwa asam humat tersebut masih memiliki afinitas yang baik terhadap ion logam berat, yang dipengaruhi oleh keberadaan gugus fungsi aktif seperti karboksil dan fenolik. Penelitian ini juga berkontribusi terhadap upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya 6 , 12 , 13 dan 15.