Annisa Husnul Haq. MY
Indonesia University of Education

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF GUIDED DISCOVERY LEARNING IN MATHEMATICS LEARNING CLASS X OF THE INDEPENDENT CURRICULUM: IMPLEMENTATION, CHALLENGES, AND IMPACTS Annisa Husnul Haq. MY; Yaya Sukjaya Kusumah; Tatang Herman; Nanang Priatna
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2026): PRIMA : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/v0hdk837

Abstract

Studi ini meneliti implementasi model Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Guided Discovery Learning) dalam pengajaran matematika kelas X di bawah Kurikulum Merdeka, dengan fokus pada implementasi pembelajaran, tantangan, dan dampaknya terhadap pembelajaran. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, melibatkan seorang guru matematika dan siswa kelas X di sebuah sekolah menengah atas. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Observasi difokuskan pada implementasi tahapan Pembelajaran Penemuan Terbimbing, yaitu stimulasi, perumusan masalah, pengumpulan data, pengolahan data, verifikasi, dan generalisasi. Temuan menunjukkan bahwa Pembelajaran Penemuan Terbimbing diimplementasikan pada tingkat yang baik. Tahap stimulasi dan perumusan masalah dilakukan secara efektif dan mendukung keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran. Namun, tahap generalisasi membutuhkan penguatan lebih lanjut melalui dukungan yang lebih terstruktur. Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi keterbatasan waktu pengajaran, variasi kemampuan awal siswa, dan ketergantungan siswa pada kebiasaan belajar yang berpusat pada guru. Lebih lanjut, implementasi Pembelajaran Penemuan Terbimbing memberikan kontribusi positif terhadap pembelajaran matematika, yang tercermin dalam peningkatan partisipasi siswa, peningkatan kepercayaan diri dalam mengekspresikan ide, dan pemahaman konseptual yang lebih dalam. Temuan ini menunjukkan bahwa Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Guided Discovery Learning) adalah model pembelajaran yang sesuai untuk mendukung pembelajaran matematika yang berpusat pada siswa, sejalan dengan Kurikulum Merdeka.
Pemanfaatan Multimedia untuk Memotivasi Peserta Didik dalam Pembelajaran Matematika di SPM Ulya Darul Mukhlisin Halimatu Sa'diyyah; Annisa Husnul Haq. MY; Eyus Sudihartinih; Allyssa Ayu Nur; Ulfa Dwi Indriani; Viera Virliani
Dirandra Vol. 3 No. 1 (2026): Dirandra
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/drndra.v3i1.972

Abstract

Pembelajaran matematika sering dipersepsikan sulit karena karakteristik materinya yang abstrak, sehingga diperlukan inovasi media untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan multimedia pembelajaran berbasis game menggunakan Scratch untuk meningkatkan motivasi belajar matematika pada materi persamaan kuadrat di kelas X SPM Ulya Darul Mukhlisin. Kegiatan PKM dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang melibatkan 19 siswa dan satu guru matematika. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta angket motivasi belajar yang dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan multimedia berbasis game memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar peserta didik. Indikator keberhasilan kegiatan ditunjukkan oleh meningkatnya minat dan antusiasme siswa selama pembelajaran, keterlibatan aktif dalam menyelesaikan tantangan pada game, serta respons positif pada indikator ketekunan, minat, dan kebutuhan berprestasi berdasarkan hasil angket motivasi belajar. Meskipun demikian, aspek regulasi diri dan ketahanan dalam menghadapi kesulitan masih memerlukan penguatan lebih lanjut. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berhasil menciptakan pembelajaran matematika yang lebih interaktif, menarik, dan bermakna bagi peserta didik.