Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Harmoni Kewajiban dan Hak dalam Kewarganegaraan Indonesia: Membangun Masyarakat yang Adil dan Sejahtera Marvel Maloti Putra Budiyanto; Salma Belva Calysta
Jurnal Kajian dan Inovasi Ilmu (JKII) Vol. 1 No. 2 (2025): November
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/jkii.v1.i2.6

Abstract

Ketidakseimbangan antara pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara kerap menjadi persoalan dalam kehidupan berbangsa. Banyak individu menuntut hak secara aktif, namun abai terhadap kewajiban yang harus dijalankan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pentingnya harmonisasi antara hak dan kewajiban sebagai fondasi dalam membentuk warga negara yang bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka dan analisis dokumen hukum, khususnya Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Hasil kajian menunjukkan bahwa hak dan kewajiban merupakan dua hal yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Ketidakseimbangan keduanya dapat memicu ketidakadilan dan menghambat pembangunan masyarakat yang adil dan sejahtera. Pendidikan kewarganegaraan menjadi instrumen penting dalam membangun kesadaran kolektif mengenai peran warga negara yang aktif dan bertanggung jawab. Rekomendasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penguatan pendidikan formal dan informal terkait hak dan kewajiban, serta perlunya regulasi dan kampanye sosial yang berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap tanggung jawab bernegara.
Implementasi Teori Hierarki Kebutuhan Maslow dalam Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Salma Belva Calysta; Rangga Adezira
Jurnal Kajian dan Inovasi Ilmu (JKII) Vol. 1 No. 2 (2025): November
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/jkii.v1.i2.4

Abstract

Teori Hierarki Kebutuhan Maslow menekankan bahwa motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh tingkat pemenuhan kebutuhan dasar mereka, mulai dari kebutuhan fisiologis hingga aktualisasi diri. Dalam konteks pendidikan modern, terutama pada era pembelajaran daring dan hybrid, pemahaman terhadap kebutuhan siswa menjadi semakin penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana pemenuhan kebutuhan dasar berkontribusi terhadap motivasi dan prestasi siswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap lima penelitian ilmiah yang relevan dan terkini, dengan fokus pada implementasi teori Maslow dalam pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa siswa yang kebutuhan dasarnya terpenuhi cenderung memiliki motivasi belajar lebih tinggi, keterlibatan lebih aktif, serta pencapaian akademik yang lebih baik. Selain itu, aspek sosial dan penghargaan diri juga terbukti mendukung pengembangan motivasi intrinsik siswa. Penelitian ini merekomendasikan agar pendidik dan institusi pendidikan lebih responsif terhadap kebutuhan siswa melalui pendekatan humanistik, baik dalam pembelajaran tatap muka maupun daring. Strategi pembelajaran sebaiknya dirancang untuk mengakomodasi seluruh tingkatan kebutuhan agar tercipta lingkungan belajar yang optimal dan inklusif.
Peran Teman Sebaya Terhadap Siswa Slow Learner Salma Belva Calysta
Jurnal Humaniora & Sosial Sains Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the important role of peers in supporting slow learners in inclusive schools, based on a qualitative case study in a public junior high school. Inclusive education, which aims to integrate regular students with Children with Special Needs (ABK), faces challenges in its social practices. Observations revealed significant gaps, with slow learners experiencing limited interaction and minimal social acceptance from their classmates. The study subjects were often seen alone, excluded from group activities, and did not receive adequate academic or emotional support when facing learning difficulties. These findings confirm that the presence of ABK in regular classes does not automatically create an inclusive environment. Peer support is a key factor that has not yet been realized, even though their role is vital as a bridge to foster empathy, self-confidence, and social success in students with ABK. Therefore, active intervention from schools is needed to build a culture of caring and collaboration among students.