Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Pemanfaatan Nilai Kearifan Lokal Dan Prinsip 5C Untuk Mencegah Kredit Macet LPD Desa Adat Mojan Baturiti, Tabanan, Bali Ni Putu Widiasih; Anantawikrama Tungga Atmadja; I Putu Hendra Martadinata
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 4 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i4.10856

Abstract

Lembaga Perkreditan Desa (LPD) memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa, khususnya di Bali. Namun, pengelolaan risiko kredit menjadi aspek krusial dalam menjaga keberlanjutan lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip 5C serta integrasi nilai kearifan lokal Tri Hita Karana (THK) dan sanksi adat dalam mencegah kredit macet pada LPD Desa Adat Mojan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredit macet dipengaruhi oleh karakteristik masyarakat agraris dengan pendapatan musiman serta risiko gagal panen sebagai faktor utama. Penerapan prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition of Economy) menjadi dasar dalam penilaian kelayakan kredit yang diperkuat melalui nilai THK dan sanksi adat, sehingga meningkatkan kedisiplinan debitor dalam memenuhi kewajibannya. Integrasi antara pendekatan formal dan kearifan lokal terbukti memberikan kontribusi positif terhadap pengendalian risiko kredit dan mendukung keberlanjutan LPD
Penerapan Sistem Pengendalian Manajemen Berbasis Four Levers Of Control Dalam Meningkatkan Kinerja Keuangan LPD Padangtegal Ni Kadek Fera Wati; Anantawikrama Tungga Atmadja
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 4 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i4.10857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem pengendalian manajemen berbasis Four Levers of Control dalam meningkatkan kinerja keuangan LPD Padangtegal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengurus, karyawan dan nasabah LPD Padangtegal yang terlibat langsung dalam proses operasional organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LPD Padangtegal telah menerapkan keempat elemen Four Levers of Control secara terintegrasi. Belief system diwujudkan melalui visi, misi, dan nilai organisasi yang menumbuhkan integritas serta orientasi pelayanan. Boundary system diterapkan melalui aturan dan prosedur kerja untuk meminimalkan penyimpangan dan risiko. Diagnostic control system digunakan untuk memantau pencapaian target dan evaluasi kinerja, sedangkan interactive control system mendorong komunikasi, pembelajaran, dan inovasi. Penerapan keempat sistem tersebut secara sinergis berkontribusi terhadap peningkatan kinerja keuangan LPD yang tercermin dari stabilitas operasional, pengendalian risiko, dan pertumbuhan pendapatan.
Bisnis Foto Prewedding: Komersialisasi Ritual Perkawinan pada Masyarakat Bali Anantawikrama Tungga Atmadja; Tuty Maryati; Nengah Bawa Atmadja
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 9 No. 2 (2019): DUNIA POLITIK DAN HOSPITALITI PEREMPUAN BALI
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2019.v09.i02.p04

Abstract

This article is a part of the fundamental research result conducted for in 2019. The method is a qualitative research that refers to a critical paradigm. The research location is in various regencies in Bali. The results showed the use of prewedding in marriage ritual in Bali is triggered by various reasons, namely not contrary to Hinduism, shame, the push of meme, postmodern identity, and the desire to show the status. The practice of prewedding is done by buying at prewedding entrepreneurs. This led to the perception of the commercialization of marriage in Balinese society. Commercialization is done in a variety of ways, namely to make prewedding as the creative industry, to develop a collaborative, create tiered quality prewedding, and conduct business activities with B2C model.
Kontestasi Penjor Galungan – Kuningan di Bali Visualisasi Doa Petisi secara Demonstratif untuk Kemakmuran pada Era Masyarakat Tontonan Anantawikrama Tungga Atmadja; Nengah Bawa Atmadja
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 6 No. 2 (2016): RUANG IMAJINER DAN RUANG PUBLIK DI BALI
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article is part of the fundamental research carried out for two years (2013-2015). The research method is qualitative which refers to the critical paradigm. The research location is villages representing various districts in Bali and Denpasar city. The results showed that the use of Penjor on Galunga and Kuningan holy day is common in Bali. Penjor is a ritual objects made from a piece of bamboo which its end is intentionally left curved, decorated with various ornaments of young coconut leaves or palm leaves and other supplies. Penjor is installed on the roadside in front of the Balinese family compound’s entrance. Penjor does not only have an artistic value, but it is also rich in symbolic meaning such as visualization of petition prayer addressed to the Hindu deities and dewa pitara (ancestor). The goal is to achieve prosperity for the entire family in the Balinese community. This article is expected to provide a broader understanding to Hindus about Penjor. Penjor is not only a cultural object with artistic values, but it also contains a hidden meaning, namely the prayer of petition in the sociology of religion.