Ahmad Jayadi
Universitas Merdeka Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Electronic Word Of Mouth (E-WOM) Dan Kualitas Layanan Staf Bobo Cabin Terhadap Revisit Intention Dengan Memorable Tourism Experience Sebagai Variabel Mediasi Studi Kasus Pada Wisata Bobo Cabin Coban Rondo, Malang Ahmad Jayadi; Harianto Respati
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 4 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i4.10932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Electronic Word of Mouth (eWOM) dan kualitas layanan terhadap revisit intention dengan Memorable Tourism Experience (MTE) sebagai variabel mediasi pada wisata Bobo Cabin Coban Rondo Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 170 responden yang pernah menginap di lokasi penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa eWOM dan kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Memorable Tourism Experience. Selain itu, eWOM, kualitas layanan, dan MTE juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap revisit intention. Temuan ini mengindikasikan bahwa informasi digital yang positif serta kualitas pelayanan yang baik mampu membentuk pengalaman wisata yang berkesan dan mendorong niat kunjungan ulang wisatawan. Lebih lanjut, MTE terbukti mampu memediasi pengaruh eWOM dan kualitas layanan terhadap revisit intention, sehingga pengalaman wisata menjadi faktor kunci dalam memperkuat hubungan antar variabel. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengelola destinasi wisata perlu mengoptimalkan pengelolaan eWOM serta meningkatkan kualitas layanan guna menciptakan pengalaman wisata yang berkesan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi teoretis dengan menegaskan peran MTE sebagai variabel mediasi dalam konteks pariwisata berbasis pengalaman.